15 June, 2020

Ekspor karet remah (crumb rubber) Sumatera Utara Mei 2020 turun 39,35% dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ekspor yang lebih dalam tertahan karena mulai aktifnya pengiriman ke China. Edy Irwansyah, Sekretaris Eksekutif GAPKINDO Sumut menyatakan hal ini.

Penurunan produksi dan ekspor penyebab utamanya adalah berlanjutnya penundaan ekspor dan pengurangan pembelian oleh buyer. Sementara stock yang belum dikapalkan menganggu cash flow perusahaan karena belum ada pembayaran.

Produksi crumb rubber sendiri semakin menurun dibanding April. Produksi dikurangi karena stock April masih tertahan juga kurangnya permintaan. Bulan Juni diperkirakan ekspor semakin membaik.

Bulan Mei ekspor ditujukan ke 27 negara sedang 6 negara terbesar ekspornya yang porsinya mencapai 74,21% adalah Jepang 3.985 ton (26,61%), China 2.591 ton(17,31%), Amerika Serikat 1.602 ton(10,7%), Kanada1.205 ton (8,05%), Turki 1.061 ton (7,08%) dan Brasil 670 ton (4,7%). Penurunan ekspor terbesar adalah ke Jepang dan India. Pemerintah diharapkan dapat mempertahankan nilai stabilitas rupiah.

Volume ekspor Januari-Mei 2020 adalah 142.413 ton atau turun 31.932 ton (18,3%) dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar 174.345 ton. Volume ekspor April 2020 24.692 ton sedang Mei 2020 14.975 ton.

Diperkirakan volume ekspor bulan Juni mulai membaik seiring dengan negara konsumen utama mulai aktif kembali. China yang pada April lalu berada dalam posisi ke 7 sekarang bergeaser ke nomor 2 negara tujuan ekspor. Sedang India merosot dari posisi 6 ke 11 karena aktivitas industri dan kegiatan di beberapa pelabuhan masih terbatas.

(Visited 35 times, 1 visits today)