12 July, 2020

Produksi minyak sawit Mei 2020 3,616 juta ton atau turun 1,9% dibanding April. Penyebabnya diduga efek kemarau panjang tahun 2019 dan pengaruh musiman. Produksi CPO dan PKO Januari-Mei 2020 19,001 juta ton atau turun 14% dibanding periode yang sama tahun lalu. Mukti Sardjono, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia menyatakan hal ini.

Konsumsi dalam negeri Mei 2020 1,380 juta ton atau turun 1,6% dibanding April. Meskipun demikian masih positif dengan kenaikan konsumsi oleokimia 31,4% dan biodiesel 23,2% akibat kebijakan pemerintah B30 yang konsisten. Konsumsi dalam negeri Januari-Mei 2020 adalah 7,344 juta ton atau naik 3,6% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Ekspor bulan Mei 2,428 juta ton atau turun 8,3% dibanding April. Penurunan terutama pada refined palm oil disebabkan selisih harga minyak sawit dengan minyak kedelai yang kecil. Penurunan terbesar terjadi dengan tujuan China 877.000 ton (-21%). Penyebabnya mungkin disebabkan meningkatnya crushing oil seed (khususnya kedelai) yang cukup besar sehingga pasokan minyak nabati tinggi. Penurunan ekspor lain adalah ke EU 815.000 ton (-16,62%), Pakistan 47.000 ton (-23,4%) dan India 386.000 ton (-9,2%).

Meskipun demikian ke beberapa negara mengalami kenaikan ekspor yaitu Mesir 42.000 ton (81%), Ukraina 31.000 ton (99%), Filipina 29.000 ton (73%), Jepang 19.000 ton (35%), Oman 15.000 ton (85%).

Kegiatan ekonomi China, India dan beberapa negara lain mulai pulih sehingga permintaan minyak nabati meningkat. Demikian juga kegiatan ekonomi nasional sehingga kedepan permintaan minyak sawit untuk pangan akan meningkat mengikuti permintaan oleokimia dan biodiesel.

Volume ekspor Januari-Mei 2020 adalah 12,736 juta ton atau turun 13,7% dibanding periode yang sama, tetapi nilainya naik dari USD7,935 miliar menjadi USD8,437 miliar. Harga pada bulan Mei juga turun dari rata-rata USD564 bulan April menjadi USD526 perton CIF Roterdam.

(Visited 31 times, 1 visits today)