28 April, 2020

Program utama Kementan untuk perkebunan adalah Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing (Grasida). Ada 7 komoditas utama untuk Grasida ini salah satunya kelapa. Unggul Ametung, Kasubdit Kelapa, Dirat Tanaman Tahunan dan Penyegar,Ditjenbun menyatakan hal ini.

Target Grasida produksi tahun 2020 2.862,9 ribu ton, 2021 3.330,1 ribu ton, 20220 3.596,5 riibu ton, 2023 4.135,8 ribu ton dan 2024 4.813,5 ribu ton. Ekspor tahun 2020 1.633,6 ribu ton, 2021 2.392 ribu ton, 2022 3.097,9 ribu ton dan 2024 3.850,9 ribu ton. Penyerapan tenaga kerja tahun 2020 5.779.049 orang, 2021 6.068.002 orang, 2022 6.371.402 orang, 2023 6.689.972 orang dan 2024 7.024.471 orang.

Strategi pengembangannya adalah untuk lahan lewat pemetaan, bila perlu perluasan dan tidak ada lahan maka pemerintah akan membantu dengan pelepasan kawasan hutan.

Pengadaan benih lewat pembangunan kebun sumber benih dan nursery dengan produktivitas benih 2-3 kali lebih tinggi dari eksisting dengan membangun kebun induk sebagai sumber benih dari varietas unggul yang sudah dilepas Kementan dan penetapan blok penghasil tinggi sebagai sumber benih unggul lokal.

KUR perkebunan ditargetkan Rp20,37 triliun rupiah. KUR untuk budidaya kelapa di seluruh Indonesia adalah 180.000 ha dengan kredit Rp25 juta/ha sehingga alokasinya Rp4,275 triliun. Untuk hilir dialokasikan 550 unit industri dengan kredit per unit industri Rp500 juta sehingga total kredit usaha rakyat untuk hilir kelapa adalah Rp275 miliar. Di utamakan untuk industri sabun dan minyak goreng fungsional.

Untuk pasar pemeritah akan membantu ke digital marketing dan digital branding. Untuk pengembangan SDM ada pelatihan, magang, sekolah lapang dan kunjungan lapang.

Potret kelapa secara nasional saat ini adalah TBM 13,18%, TM 74,71% dan tanaman tua/rusak 12,11%. Laju penuran areal kelapa adalah 43.109 ha/tahun. Laju penurunan produksi adalah 59.832 ton kopra/tahun sementara alokasi APBN terbatas hanya 15.000 ha/tahun. Luas total areal kelapa adalah 3.473.230 ha.

Kelapa merupakan komoditas rakyat dimana kepemilikannya mencapai 98,97% atau seluas 3.473.491 ha. Sisanya perkebunan besar swasta 31.897 ha (0,92%) dan perkebunan besar negara 3.843 ha (0,11%).

Provinsi yang paling luas kebun kelapanya adalah Riau 422.172 ha dengan produksi 390.899 ton/kopra. Kemudian Jawa Timur dengan luas 280.016 ha dan produksi kopra 253.904 ton; Jawa Tengah 225.410 ha dengan produksi kopra 158.818 ton; Sulawesi Utara luas 218.560 ha dengan produksi kopra 260.702 ton kopra ; Sulawesi Tenggara 218.205 ha dengan produksi 187.435 ton kopra dan Maluku Utara berada di posisi ketujuh dengan luas lahan 215.117 ha dan produksi 231.153 ton kopra.

(Visited 81 times, 1 visits today)