2023, 14 Juli
Share berita:

Medan, Mediaperkebunan.id

Kapasitas terpasang pabrik pengolahan karet alam di Sumatera Utara saat ini tercatat 886.484 ton per tahun. Besarnya kapasitas ini tidak didukung oleh ketersediaan bahan olah karet (BOKAR) yang cukup dari Sumatera Utara. Bahkan dari tahun ke tahun jumlah BOKAR yang dapat dipasok dari perkebunan yang ada di Sumatera Utara semakin berkurang. Edy Irwansyah, Sektretaris GAPKINDO Sumut menyatakan hal ini.

Periode Januari sampai Juni 2023 total produksi karet hasil olahan sebesar 184.084 ton. Berarti utilisasinya hanya 41,53% bila disetahunkan. Dalam rentang periode tersebut, rata-rata pasokan dari Sumatera Utara sebesar 38.75%, selebihnya dari 14 provinsi lain, yakni:

Riau: 20.32%

Lampung; 17.43%

Aceh: 8.21%

Jambi: 5.21%

Kepulauan Riau: 3.39%

Bengkulu : 2.81%

Sumatera Barat : 2.02%

Sulawesi Selatan : 0.80%

Jawa Barat : 0.38%

Jawa Timur : 0.25%

Sulawesi Tenggara : 0.25%

Kalimantan Selatan : 0.11%

Sulawesi Utara :0.05%

Kalimantan Barat: 0.01%          

Dari rata-rata pasokan SUMUT pada semester-1 2023 sebagaimana disebut di atas bila dibandingkan dari total kapasitas terpasang hanya menyumbang pasokan 8,05%.

Ada 9 pabrik karet yang tutup di Sumut yaitu di Langkat berhenti beroperasi Juni 2016, Simalungun Januari 2019, Batu Bara Juni 2019, Deli Serdang September 2019, Asahan Pebruari 2020, Simalungun Juli 2021, Serdang Bedagai Januari 2022, Tebing Tinggi Juli 2023.