https://api.whatsapp.com/send?phone=6281361509763
Petrokimia Gresik
29 June, 2021
Bagikan Berita

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Sebanyak 70 perse produk kelapa sawit Indonesia sudah dipasarkan di dunia. Untuk itu kinerja kelapa sawit harus dijaga dan ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 44 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Demikian dikatakan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Junaedi, dalam diskusi virtual bertema Masa Depan ISPO beberapa waktu lalu.

Dedi mengatakan, produk turunan kelapa sawit yang sudah beredar di pasar global menjadi satu prestasi kinerja sawit Indonesia. “Karena dengan begitu produk sawit Indonesia sudah diterima di pasar global,” ujarnya.

Menurut Dedi, saat ini sebanyak 70 persen produk sawit Indonesia sudah dipasarkan di pasar dunia. Hal ini tentu cukup bagus, sehingga kinerjanya harus dijaga dan ditingkatkan lagi daya saingnya.

Karena itu, lanjut Dedi, tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan harus terus tingkatkan dan diperkuat melalui regulasi sertifikasi ISPO. Hingga 31 Desember 2020, Kementan telah menerbitkan sebanyak 750 sertifikat ISPO terdiri dari 735 sertifikat diberikan kepada perusahaan PT PN dan swasta dan sisanya diberikan kepada para pekebun sawit. (YR)

(Visited 42 times, 1 visits today)
Baca Juga  Ini Dia Penyebab Harga Gula “Melambung”