30 June, 2020

Bonar Saragih dengan pengalaman yang sangat panjang sebagai praktisi palm oil mill di berbagai group perusahaan kelapa sawit besar, ketika menyampaikan materi Kek Mana Manage Orang Turn Over Rendah Profit Tinggi, bisa disamakan dengan virtuoso pada dunia musik. Materi yang berat berubah menjadi sangat bisa dimengerti dengan pengalaman-pengalaman praktis meskipun punya dasar teori yang sangat kuat.

Memulai presentasi dengan pengalaman kerja di 11 perusahaan, Mill Consultant Head PT Mitra Agro Servindo ini, menunjukkan ada 2 tipe pemimpin yaitu leader dan manager. Keduanya sama baik, tergantung pada siapa bawahannya.

“Kalau bawahannya tipe seperti orang Jawa yang mudah diatur maka pemimpin adalah leader yang berada di depan dengan memberi teladan. Tetapi kalau bawahannya type seperti orang Sumut yang mau-maunya sendiri maka pemimpin adalah manager yang berdiri dibelakang dan menyuruh dengan tegas,” kata Bonar.

Di industri manapun termasuk di palm oil mill distribusi kurva karyawan berdasarkan kinerja adalah 70% tipe rata-rata, didalamnya ada yang dibawah rata-rata dan diatas rata-rata; 10 % kinerja tinggi; 10 % lagi kinerja rendah dan tidak berkinerja.

Pemimpin yang benar bisa memberikan penilaian siapa saja yang masuk kategori rendah dan tidak berkinerja, sedang pemimpin yang bermasalah tidak berani melakukannya. Pemimpin cari selamat ini akan terus mengalami masalah di PKSnya karena ketidaktegasan. Harus ada tindakan supaya kinerja karyawan semakin meningkat.

Pemimpin harus fokus pada 10% dengan kinerja tinggi dan 10% kinerja rendah ini, mereka adalah pegawai yang sangat penting (VIP). Pada yang berkinerja tinggi diberi tantangan, delegasikan tugas, peningkatan karir, training lanjutan, promosi dan big reward.

Sedang yang 10% kinerja rendah diberi perhatian lebih. “Mereka adalah provokator yang bisa mempengaruhi semua karyawan. Kita memang bos yang memimpin PKS secara resmi tetapi yang bisa mengatur karyawan supaya demo, mogok dan lain-lain adalah orang-orang ini,” katanya.

Kinerja rendah harus dikonseling khusus selama 1 bulan untuk mengubah pandangan, pola pikir dan perilakunya. Beri lagi training dasar. Kalau ada perubahan beri reward, tidak perlu berupa uang. “Misalnya kalau bulan lalu 5 kali bolos, bulan ini hanya 3 kali pujilah dia karena semua orang suka dipuji,” kata Bonar.

Tetapi tidak semua orang yang masuk kategori ini bisa diperlakukan seperti itu. Tetap saja ada orang yang tidak bisa berubah dan jadi masalah. Maka untuk orang seperti ini tidak ada jalan lain selain dipecat.

Penyebab orang-orang yang bagus kinerjanya keluar dari perusahaan adalah atasan, bawahan atau teman sejawat. Atasan misalnya marah terus menerus, sebab semakin tidak mampu dalam teknis semakin marah dan kurang komunikasi. “People don”t leave bad companies, they leave bad manager”.

Penyebab lainnya adalah gaji. Masih banyak perusahaan-perusahaan keluarga di Sumut yang menggaji mill managernya dibawah pasaran. Kalau orang betah dengan gaji dibawah pasaran ada dua kemungkinan yaitu dia tidak laku dimana-mana atau dia punya penghasilan lain yang lebih besar.

Penyebab lainnya adalah tugas yang berlebih, kondisi geografis (kalau bekerja di palm oil mill kondisi ini sudah tidak bisa diubah lagi karena sebagian besar di remote area), bosan (tidak ada lagi tantangan).

(Visited 247 times, 1 visits today)