1 April, 2020

Gula bersama dengan bawang putih merupakan dua komoditas yang menjadi perhatian khusus Badan Ketahanan Pangan, Kementan terutama dari sisi persediaaan. Saat ini ketersediaan kurang sehingga harga di pasar naik.

“Karena itu dalam pasar murah yang diselenggarakan Toko Tani Indonesia di setiap provinsi kita masih bisa menjual gula putih Rp12.500/kg. Artinya kita tidak bekerja sendiri tetapi melibatkan distributor juga,” kata Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementan.

Gula langka karena musim giling terlambat sehingga produksi belum ada. Stok giling tahun lalu tidak cukup. Musim giling diperkirakan akan mulai bulan Juni mendatang.

Untuk memenuhi kebutuhan, di bawah Koordinator Menko Perekonomian pemerintah memberikan intensif supaya gula impor bisa segera masuk. “Minggu depan gula impor diperkirakan sudah masuk sehingga kebutuhan bisa dipenuhi,” kata Agung lagi.

Pemerintah sendiri saat ini berusaha memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dari sisi produksi dan distribusi. Karena kalau produksi banyak juga tidak ada artinya kalau tidak didistribusikan ke daerah yang membutuhkan.

Petani sebagai produsen pangan meskipun negara memberlakukan social distancing dalam skala luas tetap bekerja. Kementan mendorong mereka tetap bekerja dan menyediakan sarana produksi yang diperlukan seperti pupuk, benih, pestisida dan lain-lain. Kalau mereka berhenti bekerja dari mana masyarakat perkotaan bisa memenuhi kebutuhan pangannya.

“Jadi bukan hanya tenaga medis saja yang berada di garis depan dalam melawan Covid 19 ini. Kami dan petani yang masih bekerja memastikan ketersediaan pangan juga ikut bekerja di garis depan,” katanya.

Catatan Asosiasi Gula Indonesia stok awal tahun 2020 adalah 1,084 juta ton. Kebutuhan GKP adalah 200.000 ton/bulan. Pada hari raya tambahan kebutuhan 150.000/bulan dan kebutuhan Sumatera 100.000 ton maka stok awal tahun 2021 harus 1,3 juta ton. Kalau stok hanya 900.000 – 1 juta ton maka harga akan naik.

(Visited 58 times, 1 visits today)