2nd T-POMI
2023, 8 November
Share berita:

AMBON, mediaperkebunan.id – Benih tanaman berperan signifikan terhadap keberhasilan produksi maupun mutu hasil. Kementerian Pertanian terus berkomitmen mendorong produk perkebunan unggul berkualitas dan berdaya saing demi menghadapi tantangan global, salah satunya dengan pengawasan dan pelestarian plasma nutfah klon-klon unggul lokal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta jajarannya prioritaskan kualitas mutu benih dan jadikan primadona komoditas ekspor yang terus dikembangkan. “Kita memprioritaskan benih yang dibutuhkan dunia,” tukasnya.

Menurut Mentan, salah satu primadona komoditas ekspor seperti kopi, lada, cengkeh, pala, kakao, karet, kelapa, tebu, teh, vanili dan jambu mete.

“Demi menjaga keberlanjutan sumber daya genetik yang sangat berharga bagi pertanian dan lingkungan, maka dibutuhkan pengawasan dan komitmen kuat, serta perlu dilakukan eksplorasi terhadap klon – klon unggul lokal, karena hal tersebut merupakan kunci penting dalam menjawab tantangan global terkait ketahanan pangan,” ujar Mentan.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah menyampaikan, investasi perkebunan merupakan investasi jangka panjang, untuk itu dalam pelaksanaannya perlu disiapkan dengan sangat baik.

“Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan sangat serius dalam menyiapkan benih tanaman perkebunan bermutu dan bersertifikat dalam rangka mendukung peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing industri perkebunan,” ujar Andi Nur.

Ditjen perkebunan melalui Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon melakukan ekplorasi potensi benih pala lokal yang dikenal dengan Pala Saleman untuk dilakukan penelitian.

Sedikitnya tiga tahun dalam menguji produktivitas, kualitas produk, ketahanan terhadap hama dan penyakit serta adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang apabila memenuhi syarat, akan diusulkan untuk disidangkan dalam rangka penilaian untuk pelepasan sebagai varietas unggul nasional.

Baca Juga:  PUSLITBANGBUN SIAPKAN BENIH UNGGUL UNTUK TAHUN PERBENIHAN

BBPPTP Ambon menyebutkan, diketahui fuli pala lokal Saleman dengan pala Banda sudah bernilai mendekati pala varietas unggul Banda. Hal ini mendapat respon antusias yang cukup besar, mengingat harga yang sudah bersaing dan dapat meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) wilayah sekitar.

“BBPPTP Ambon berupaya terus menjaga komitmen mendukung kegiatan eksplorasi benih pala ini. Eksplorasi pala, sebuah tugas yang berpotensi memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan pertanian khususnya di Maluku, meningkatkan pendapatan petani, memajukan sektor pertanian, dan mempromosikan keberlanjutan sumber daya alam,” ujar Kepala BBPPTP Ambon Anwar M Nur. (*)