4 March, 2020

Kebijakan Sistim Pembelian Tebu (SPT) yang mulai berlaku tahun lalu, merupakan transisi ke arah perbaikan Pabrik Gula BUMN. Tujuan SPT adalah untuk membangun dan mengembangkan transparansi antara petani dan PG. Darto Wahab, Asisten Deputi Pangan, Kemenko Perekonomian menyatakan hal ini.

Selama ini dengan SBH (Sistim Bagi Hasil), posisi petani sangat lemah. Sistim ini kurang transparan terhadap hasil tebu petani. Petani menjadi tidak termotivasi karena rendemen yang menentukan PG dengan pukul rata.

Harapannya dengan SPT gairah petani menanam tebu secara baik bertambah. Petani yang berbudidaya tebu dengan baik akan mendapatkan hasil yang baik. Rendemen dihitung perindividu petani.

Dengan SPT, PG perlu mengubah ekosistem bisnisnya yang selama ini sudah berjalan cukup lama dan dalam zona nyaman tetapi tidak maju. Transformasi PT Kereta Api Indonesia perlu dijadikan contoh untuk PG.

Perlu tekad besar, kemauan besar jika PG ingin maju. Terjebak di zona nyaman, PG berbasis tebu sekarang tidak maju dan berkembang sedang industri pengguna gula berkembang. Dampaknya adalah ketrgantungan bahan baku dari negara lain semakin kuat.

AGI (Asosiasi Gula Indonesia) perlu menjadi motor tranformasi PG. PG-PG harus melakukan perbaikan mesin, manajemen tata kelola. Selalu melakukan evaluasi jangan-jangan pengelolaan PG selama ini ada masalah dan kurang baik.

Beberapa kondisi sekarang adalah adalah bongkar ratoon dan penggunaan benih unggul tidak banyak dilakukan, pemupukan masih kurang dari seharusnya. Budidaya, tebang dan angkut sekarang semuanya diserahkan sepenuhnya pada petani.

On farm dan off farm menjadi terpisah. Padahal seharusnya satu komando manajemen agar satu suara dalam menghasilkan gula. Dengan kondisi terpisah-pisah menjadi penyebab ketidak kompakan hulu dan hilir.

Kedepan PTPN khusus gula sebaiknya ada yang konsentrasi hulu, hilir dan jasa-jasa. PTPN jasa khusus menangani petani seperti menyediakan pembibitan , pendampingan perawatan tanaman dan lan-lain.

Riset pemulian harus didorong. Kemenko Perekonomian mendorong supaya produksi on farm bisa meningkat.Salahnya satunya dengan rencanaan kebijakan penyatuan pasar gula untuk mengurangi impor dan mendorong on farm sehingga kesejahteraan petani meningkat. Industri gula diharapkan tumbuh dan berkembang dari hulu sampai hilir tidak lagi parsial