22 May, 2020

Ketua Umum PEPMIKINDO (Persatuan Pengusaha Minyak Kelapa Indonesia) Tari Suradjo menyatakan saat ini di pasaran banyak berbagai merek VCO yang pada umumnya produk UMKM. Masyarakat tidak perlu ragu mengkonsumsinya karena hampir semua produk itu bagus. VCO bagus dibuat dari kelapa yang sudah memenuhi syarat dan diproduksi secara higienis. Cirinya adalah warna jernih, tidak berbau tengik tetapi berbau kelapa segar.

Akhir-akhir ini penjualan VCO meningkat cukup significant terutama di penjualan online. Ada 30 anggota Pepmikindo yang memproduksi VCO. Pepkimindo berusaha untuk mendampingi supaya dapat menjaga strndarisasi mutu dari hasil VCO, dengan mengadakan seminar atau bimbingan langsung.

Supaya masyarakat lebih mengenal dan percaya kebaikan VCO, Pepmikindo berkerjasama dengan Sahabat Kelapa Indonesia mengadakan webinar untuk edukasi tentang manfaat yang luar biasa dari VCO. Dengan demikian diharapkan permintaan VCO meningkat.

Dalam webinar minggu lalu, Prof. Dr. Abdurachman, dr M.Kes PA (K), accupunturist dari FK Universitas Airlangga menyatakan masyarakat tidak perlu takut mengkonsumsi VCO, bingung berapa dosisnya dan lain-lain. Minyak kelapa murni ini sangat sehat, tidak perlu takut kelebihan dosis karena tidak akan menimbulkan efek samping.

VCO bisa digunakan untuk sehari-hari dan punya kemampuan menghadang semua penyakit. Berasal dari kelapa yang melimpah di Indonesia. Termasuk Covid-19 jangan terlalu takut termakan berbagai hoax tetapi jangan terlalu berani juga.

Manfaat VCO bagi ahli kedokteran Timur ini adalah ingus hidung encer; ludah keluar rasa oke; tenggorokan basah; jalan nafas tidak macet, pilek, dahak lancar, obat asma dan pilek; lambung dilumasi dan dilindungi; empedu segera keluar, tidak begah; usus besar mengeluarkan lendir, BAB lancar; prostat sembuh; tidak ngeden, prolaps ditahan; mens lancar, fungsi ibu oke; tidak ada dillep; fungsi hamil cepat; mengurangi keguguran kandungan; tidak ada hemorrhoid; tidak ada Ca Colon; tidak sedih; gembira sehingga imun meningkat.

Menurut Steivie Karouw, Kepala BPTP Sulut, sebelumnya peneliti di Balitpalma, asam lemak rantai medium (ALRM) dinyatakan oleh FDA sebagai makanan yang aman untuk dikonsumsi sejak tahun 1994. Kandungan ALRM dikelapa mencapai 58,5-62,32%.

Zat utama anti virus adalah monoluarin dan asam laurat. Ketika masih berbentuk VCO belum aktif ketika dikonsumsi dihidrolisis enzym lipase dengan kemampuan disintegrasi membran virus, menghambat proses maturasi virus, menghambat pengikatan protein virus pada membran sel host. Juga terbukti anti bakteri. Terhadap kesehatan ALRM menghambat terbentuknya Radikal Oksigen Spesies (ROS), meningkatkan penyerapan zat gizi sehingga meningkatkan daya tahan tubuh.

Komposisi minyak kelapa dengan monolaurin dan asam laurat ini tidak dimiliki minyak nabati lain. Hanya minyak inti sawit yang komposisinya hampir sama. “Kalau kelapa bisa diolah rumah tangga kalau inti sawit harus perusahaan besar,” katanya.

(Visited 62 times, 2 visits today)