1 August, 2020

Jakarta, Media Perkebunan.id

Pertanian adalah sektor yang relatif tidak terpengaruh dengan pandemi Covid-19. Ada atau tidak ada pandemi, petani tetap melaksanakan budidaya tanaman. Kementerian Pertanian akan terus mendukung petani secara maksimal supaya bisa melaksanakan aktivitasnya dengan baik. Ardi Praptono, Direktur Perlindungan Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementan menyatakan hal ini.

Saat ini merupakan momen yang tepat untuk pertanian baik untuk mencapai swasembada pangan dan ekspor. Komoditas perkebunan yang sebagian besar diekspor harus terus ditingkatkan produktivitasnya. Devisa dari perkebunan diharapkan bisa menjaga perekonomian Indonesia supaya tetap bertahan dalam masa pandemi ini.

Salah satu upaya untuk menjaga produktivitas adalah pencegahan dan pengendalian OPT (Organisme Penganggu Tanaman). Pengaruh serangan OPT terhadap produktivitas sangat significant. Petani harus rajin ke kebun mengamati perkembangan OPT dikebunnya. Tenaga Lapang Pendamping petani juga diminta memantau perkembangan OPT diwilayah binaanya masing-masing.

Kalau ada OPT maka harus segera dikendalikan. Pengendalian ketika serangan OPT masih rendah akan lebih mudah dan murah daripada sudah outbreak. Ditjenbun lewat Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan sudah menyiapkan dokter tanaman yang akan membantu identifikasi OPT dan cara pengendaliannya.

Masalah lain yang saat ini mempengaruhi produktivitas adalah perubahan iklim. Petani harus dibantu untuk mengatasinya. “Menghadapi kekeringan petani kita bantu dengan membuat lubang biopori, juga membangun embung-embung untuk memanen air pada musim hujan dan digunakan pada musim kemarau,” katanya.

Perhatian utama Direktorat Perlindungan Tanaman Perkebunan saat ini adalah pada pengendalian OPT dan perubahan iklim. Sumberdaya yang ada dimaksimalkan membantu petani mengatasi dua masalah ini. Mitigasi menghadapi kekeringan bagi petani harus disiapkan dengan baik. OPT dan perubahan iklim saling berkaitan. Pada waktu musim kering hama akan merebak sedang musim hujan penyakit yang merebak.

(Visited 66 times, 1 visits today)