20 December, 2019

Jakarta, perkebunannews.com – Menutup tahun 2019, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memamparkan kinerjanya selama tahun 2019.

Diirektur Utama BPDPKS, Dono Boestami memaparkan bahwa keberhasilannya dalam melakukan dukungan dana pada berbagai program Pemerintah, antara lain untuk penyaluran dana dukungan program biodiesel, peremajaan sawit rakyat (PSR), pengembangan penelitian dan pengembangan kelapa sawit, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga promosi dan edukasi.

Penyaluran dukungan dana biodiesel ini selain dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia kepada impor minyak solar dan minyak mentah, juga merupakan instrumen kebijakan Pemerintah untuk menciptakan stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) di dalam negeri.

“Dengan kemampuan untuk menyerap kelebihan CPO di pasar domestik, program biodiesel telah mendorong keseimbangan pasar menuju tingkat harga yang lebih baik dibandingkan periode sebelum BPDPKS didirikan. Sejak tahun 2015 sampai dengan saat ini, program biodiesel telah mempertahankan tingkat harga CPO rata-rata di atas USD550/ton,” papar Dono dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke redaksi perkebunannews.com.

Lebih lanjut, menurut Dono, BPDPKS juga aktif dalam dukungan dana guna persiapan program B30 di awal tahun 2020 antara lain melalui dukungan dana untuk keperluan uji coba mesin dan bahan bakar biodiesel termasuk sosialisasi program biodiesel kepada masyarakat.

Disisi lain, program yang tidak kalah penting dalam mempertahankan komoditas utama di Indonesia ini adalah program peremajaan sawit rakyat untuk meningkatkan produktivitas kebun swadaya, dan memenuhi permintaan minyak nabati dunia yang diproyeksikan akan terus meningkat.

“Untuk mensukseskan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), BPDPKS turut memberikan dukungan dengan menyalurkan bantuan dana sebanyak Rp25 juta per hektar per petani. Sampai dengan bulan November 2019 telah tersalur dana PSR sebesar Rp2,4 Triliun dengan luasan lahan sebesar 98.869 Ha dan melibatkan 43.881 pekebun yang tersebar di 21 Propinsi dan 106 Kabupaten di Indonesia,” urai Dono.

Pencapaian tersebut, Dono mengatakan, meningkat drastis pada tahun 2019, yaitu peningkatan Penyaluran dana sebesar 622% dibandingkan tahun 2018. Hal itu disebabkan oleh adanya penyempurnaan pada proses bisnis dukungan dana peremajaan, antara lain penyederhanaan proses yang semula terdiri dari 14 persyaratan saat ini disimplifikasi menjadi 8 persyaratan.

Selain itu, untuk memberi akses yang lebih luas kepada para petani yang membutuhkan dana peremajaan, sejak pertengahan tahun 2019 telah diluncurkan program Aplikasi Peremajaan Sawit Rakyat On-line (PSR On-line).

Peran BPDPKS dalam mendukung kemajuan industri sawit nasional juga turut diberikan pada sektor penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan berperan sangat besar dalam memastikan industri sawit Indonesia terus berinovasi dan berkreasi untuk mengimbangi peningkatan permintaan dan tuntutan industri yang berkelanjutan dari pasar dunia. Pada tahun 2019 telah tersalurkan dana untuk penelitian dan pengembangan sebesar Rp98,4 Miliar.

“Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan 2018 yang realisasi penyalurannya mencapai Rp48,9 Miliar,” kata Dono.

Kemudian, Dono menjelaskan, pengembangan SDM di sektor sawit juga terus dilakukan baik terhadap petani maupun kepada putra dan putri petani sawit. BDPKS turut mendukung pengembangan SDM sawit dengan memberikan pelatihan, maupun penyediaan bea siswa bagi putra putri petani sawit. “Untuk tahun 2019, jumlah dana pengembangan SDM yang telah disalurkan mencapai Rp30,8 Miliar, meningkat dari realisasi tahun 2018 sebesar Rp16,2 Miliar,” tutur Dono.

Sementara itu, kata Dono, untuk penyaluran dana promosi, hingga November 2019 BPDPKS telah menggunakan dana sebesar Rp37,7 Miliar yang digunakan antara lain untuk mendukung upaya Pemerintah RI untuk menghadapi diskriminasi Eropa terhadap sawit dan produk turunannya. “Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2018 yang realisasinya mencapai Rp30,3 miliar,” pungkas Dono. YIN

(Visited 166 times, 1 visits today)