30 March, 2017

Industri kakao Indonesia bisa tumbuh berkembang dan menarik generasi muda untuk tetap menekuni dan atau mulai berkebun kakao melalui dukungan berlanjut dari publik dan swasta. Manfred Borer, Country Director Swiss Contact dan Direktur SCPP (Sustainable Cocoa Production Program) pada rapat penasehat dwitahunan diprakarsai oleh SECO (Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi Swiss), yang dihadiri pemerintah Indonesia, Amerika Serikat dan Swiss. Sedang swasta adalah Barry Callebaut, Cargill, ECOM, Krakakoa, Mars dan Nestlé .

“Ketika dilakukan dengan benar, berkebun kakao adalah bisnis yang sangat menguntungkan dengan pendapatan yang teratur sehingga mampu mengangkat keluarga petani penghasil kakao dan masyarakat sekitarnya keluar dari kemiskinan,” katanya. SCPP adalah program Kemitraan Public Swasta (Public Private Partnership) terbesar di Indonesia, bekerja sama dengan dua belas perusahaan cokelat dan kakao lokal dan multinasional.
Pada tahun 2020, Program ini mencanangkan keikutsertaan lebih dari 130.000 rumah tangga petani kakao tersebar di 50 kabupaten produsen kakao dengan dukungan Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia) di bawah proyek Kemakmuran Hijau/ Green Prosperity. Beberapa mitra sektor swasta yang memiliki program yang sama adalah Cocoa Life (Mondelēz), Cocoa Plan (Nestlé), dan Sustainable Cocoa Initiative (Mars Incorporated).

Fay Fay Choo, Direktur Cocoa Asia, Mars Incorporated menyatakan Mars melihat masih terbukanya peluang penerapan Sustainability Program yang bermutu. “Memang benar bahwa petani telah meninggalkan kakao dalam beberapa tahun terakhir, namun jika ada pembiayaan yang cukup dan pelaksanaanya berkualitas, kami melihat kembalinya antusiasme para petani. Sekarang Petani kakao memiliki komitmen serta profesional dan mereka menerapkan hasil pembelajaran dari pelatihan yang pernah diikuti untuk mengelola pertanian mereka dan meningkatkan hasil panen,”katanya.

Pemerintah Indonesia memohon kerja sama yang lebih sering antara pemerintah dan pelaku swasta untuk memastikan keselerasan tujuan para pemangku kepentingan. Endy Pranoto dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian mengatakan, “Penting untuk terlibat dalam kemitraan antara sektor swasta dan Pemerintah Indonesia, karena kunci keberlanjutan adalah pendekatan multi-stakeholder. Kita tidak bisa mengandalkan satu intervensi tunggal. Kami bersedia untuk menggabungkan staff pelatihan SCPP sebagai bagian dari inisiatif pemerintah dan saya ingin agar pemerintah semakin banyak dilibatkan dalam berbagai aktivitas yang sedang berjalan.”

Dari perspektif donor publik, diskusi seperti ini merupakan bagian integral dalam mewujudkan keberlanjutan jangka panjang. Martin Stottele, Kepala Kerjasama Pembangunan Ekonomi (SECO) Kedutaan Besar Swiss, Jakarta mengatakan, “Kesempatan yang sangat baik ketika Pemerintah Indonesia, Swiss dan Amerika Serikat, sektor swasta dan NGO bisa duduk bersama berkomitmen bersatu membangun sektor kakao berkelanjutan. Sangat penting bahwa kita masing-masing memanfaatkan kekuatan dan bekerja dan mewujudkan tujuan bersama untuk kakao di Indonesia. ”

,

(Visited 129 times, 1 visits today)