9 January, 2020

ASEAN dengan anggota 10 negara saat ini merupakan kawasan yang pertumbuhan ekonomi paling tinggi di kawasan, rata-rata 4%/tahun dengan Indonesia sebagai negara terbesar baik luasan maupun ekonominya. Dengan populasi 650 juta orang produksi gula ASEAN adalah 20 juta ton, dengan ekspor ke luar ASEAN 10 juta ton dan impor dari luar kawasan 8 juta ton.

Rangsit Hiangrat dari ASEAN Sugar Alliance juga Thai Sugar Millers Corp Ltdmenyatakan hal ini. ASEAN Sugar Alliance saat ini beranggotakan industri gula dari Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Thailand. Sedang Thai Sugar Millers Corp Ltd mewakili 3 asosiasi gula Thailad dan menjadi sekretariat ASA.

Thailand merupakan net eksportir gula. Myanmar, Filipina dan Vietnam industrinya sudah sanggup memenuhi kebutuhan gula dalam negeri (swasembada). Indonesia, Laos, Kamboja dan Malaysia merupakan net importir gula. Sedang Brunei dan Singapura tidak punya industri gula. Impor 6 negara ini mencapai 8 juta ton.

Pabrik gula di Thailand total ada 57 dengan pasokan tebu dari 300.000 petani dengan luas areal 1,6 juta ha atau rata-rata per petani 3,3 ha. Tahun 2018/2019 menggiling 130,92 juta ton tebu dengan produksi gula 14,58 juta ton.

Negeri ini hanya mengkonsumsi 20% dari gula yang diproduksi sehingga 80%nya diekspor. Tidak seperti Indonesia yang mulai beralih dari bagi hasil ke beli putus, Thailand masih melaksanakan bagi hasil yaitu 70% petani : 30% pabrik. Hanya gula dan molases yang bagi hasil dengan nilai mencapai USD 6 miliar. Etanol tidak masuk dalam skema bagi hasil dan 20% penghasilan industri dari diversifikasi produk.

(Visited 78 times, 1 visits today)