29 June, 2020

Inisiatif beberapa pabrik ban dunia membuat karet alam sustainable lewat Global Platform Sustainable Natural Rubber dipertanyakan oleh GAPKINDO (Gabungan Pengusaha Karet Indonesia). Dalam suratnya kepada Direktur GPSNR, Stefano Safi, mantan direktur RSPO, Gapkindo menyatakan bagaimana masa depan sustainable karet ini ditengah kondisi ekonomi yang memburuk.

Pembatasan di banyak negara ikut mempengaruhi pabrik ban juga. Mereka menunda pembelian karet alam dari pabrik karet di Indonesia. Kondisi ini sangat mempengaruhi cash flow pabrik crumb rubber di Indonesia.

Pabrik crumb rubber selama ini membeli bahan baku dari petani. Sekitar 2,5 juta orang petani dan keluarganya yang hidupnya tergantung pada karet. Petani karet Indonesia saat ini mengalami penurunan produksi akibat Pestalotiopsis ditambah dengan penurunan harga akibat permintaan yang menurun.

Dalam kondisi ini maka survivalibility menjadi jauh lebih penting daripada sustainabiLity. Anggota-anggota GPNSPR harus melakukan sesuatu. Pilar ekonomi dalam sustainability harus lebih diperhatikan daripada dua pilar lain.

Mengatasi krisis dalam ekonomi karet ini harus melibatkan semua pihak yang terdapat didalamnya. Masa depan karet sustainable tidak akan tercapai kalau masih ada sektor yang tidak sehat yaitu petani. Anggota GPNSR yang selama ini menikmati keuntungan tertinggi harus menolong sektor yang paling menderita yaitu petani. Harus ada kesetaraan yang saling mengutungkan dalam rantai pasoknya. Surat GAPKINDO ini belum ditanggapi GPSNR.

(Visited 80 times, 1 visits today)