9 February, 2017

Dari konsesi PT Smart Tbk, seluas 500.000 ha, ada 75.000 ha lahan yang dimasukkan sebagai areal konservasi dan tidak dibuka, tetap dibiarkan sebagau hutan. Dari jumlah itu ada 17.000 ha areal gambut yang dikonservasi. Agus Purnomo, Managing Director Sustainability PT Smart Tbk menyatakan hal ini.

Sedang lahan gambut yang sudah dibuka 20-30 tahun lalu dan sudah ditanami kelapa sawit akan dilaporkan pada Badan Restorasi Gambut untuk dilakukan pengelolaan muka air tanah secara intensif, dipantau, dipasang pintu-pintu pengendalian. Saat ini Smart sedang menunggu arahan lebih detail dari BRG lebih bagaimana sebaliknya pengelolaan untuk masa depan.

Mengenai ketelusuran menurut Agus, sampai saat ini Smart bisa melakukanya pada 44 PKS yang dimiliki sendiri. PKS yang dimiliki Smart 90% buahnya diambil dari kebun milik sendiri dan 10% dari kebun sekitar perusahaan baik dari petani maupun perusahaan lain. Pertengahan tahun ini khusus dari PKS sendiri bisa dilacak ketelusuran sampai ke pohonnya dari mana.

Smart sendiri mendapat pasokan dari 489 PKS lain. Tahun 2020 diharapkan bisa dilakukan ketelusuran dari PKS bukan milik sendiri ini. Saat ini Smart sedang menguji beberapa software supaya siapapun bisa mengakses ketelurusan sampai ke pohonnya.

“Ini perjuangan yang sangat berat tetapi harus dilakukan. Membuat software seperti ini sangat mahal,” katanya. S

(Visited 95 times, 1 visits today)