29 January, 2020

Jakarta, perkebunannews.com – Harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode Februari 2020 adalah USD 839,69/MT. Harga referensi tersebut meningkat USD 109,97 atau 15,07 persen dari periode Januari 2020 yang sebesar USD 729,72/MT.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 01 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

“Saat ini harga referensi CPO berada pada level di atas USD 750/MT. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 18/MT untuk periode Februari 2020,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana.

BK CPO untuk Februari 2020 tercantum pada Kolom 3 Lampiran II Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.010/2017 sebesar USD 18/MT. Nilai tersebut meningkat dari BK CPO bulan sebelumnya periode Desember 2019 sebesar USD 0/MT.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Februari 2020 sebesar USD 2.544,43/MT turun 1,06 persen atau USD 27,21 dari bulan sebelumnya yaitu sebesar USD 2.571,64/MT. Hal ini berdampak pada penurunan HPE biji kakao pada Februari 2020 menjadi USD 2.256/MT, turun 1,1 persen atau USD 26 dari periode sebelumnya yaitu sebesar USD 2.282/MT.

Penurunan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan menguatnya harga internasional. Penurunan ini tidak berdampak pada BK biji kakao yang tetap 5 persen. Hal tersebut tercantum pada kolom 2 Lampiran II Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.010/2017.

Sedangkan untuk HPE dan BK komoditas produk kayu dan produk kulit tidak ada perubahan dari periode bulan sebelumnya. BK produk kayu dan produk kulit tercantum pada Lampiran II Huruf A Peraturan Menteri Keuangan No. 13/PMK.010/2017. YIN