15 April, 2020

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, ekspor industri pertanian tumbuh positif 6,10 persen (mtm) dan 17,82 persen (yoy). Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan cukup besar, di antaranya tanaman obat, aromatik, rempah-rempah, buah-buahan, sarang burung, dan hasil hutan bukan kayu lainnya.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2020 meningkat 2,91 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 dengan nilai mencapai 41,79 miliar dollar AS. Ekspor nonmigas mencapai 39,49 miliar dollar AS atau meningkat 6,39 persen.

Suharyanto menyebutkan, kinerja ekspor RI pada Maret 2020 meningkat 0,23 persen sebesar 14,09 miliar dollar AS. Namun secara tahunan, ekspor menurun 0,20 persen di antaranya harga komoditas baik migas maupun nonmigas secara bulanan yang berpengaruh pada kinerja ekspor pada Maret 2020.

Jika dibandingkan pada Maret 2019 (yoy) memang terjadi penurunan. “Tapi tidak sedalam yang kita duga. Ekspor maret 2020 turun tipis 0,20 persen,” kata Suhariyanto dalam konferensi video, Rabu (15/4).
Berdasatkan negara tujuan ekspor nonmigas Maret 2020 terbesar adalah ke China sebesar 1,98 miliar dollar AS, Amerika Serikat sebesar 1,57 miliar dollar AS, dan Jepang sebesar 1,14 miliar dollar AS. Sedangkan ekspor ke Uni Eropa mencapai 1,22 miliar dollar AS. (YR)

(Visited 13 times, 1 visits today)