20 February, 2020

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Produksi dan ekspor komoditas kelapa ditargetkan meningkat tajam. Dalam empat tahun ke depan atau 2024, produksi kelapa ditargetkan mencapai 4,81 juta ton atau meningkat 161 persen.

Pada 2019 produksi kelapa baru sebesar 2,9 juta ton. Sedangkan pada 2020, produksi kelapa ditargetkan mencapai 3,17 juta ton. Kelapa merupakan salah satu komoditas yang masuk dalam program program Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing (Grasida).

Ekspor kelapa juga ditargetkan meningkat pada 2024 yakni sebesar 3,8 juta ton atau naik 252 persen. Pada 2019, ekspor kelapa tercatat sebesar 1,5 juta ton. Sementara pada 2020 produksi kelapa ditargetnya 1,6 juta ton.

Nilai ekspor komoditi kelapa juga bakal digenjot menjadi USD 2,7 miliar. Sementara nilai ekspor kelapa pada 2019 mencapai USD 798 ribu. Sedangkan pada 2020 nilai ekspor kelapa ditargetkan USD 894 ribu.

Program Grarsida diharapkan mendongkrak ekspor hingga 35 persen, ekspor naik hingga 300 persen. Grasida juga menaikkan lapangan kerja sebesar 25 persen, pendapat produk domestik bruto sub sektor perkebunan meningkat 25 persen.

Program Grasida mencakup tujuh kegiatan, yakni pengembangan logistik benih, peningkatan produksi dan produktivitas, peningkatan nilai tambah, daya saing,dan ekspor. Selain itu, modernisasi perkebunan, pembiayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR), peningkatan kapasitas SDM, dan optimasi jejaring stakeholder. (YR)