29 December, 2019

Jakarta, perkebunannews.com – Program peremajaan sawit rakyat (PSR) terus digalakan guna mencapai target. Namun efektifkah untuk mendorong PSR menggunakan jasa surveyor?

Hal tersebut diungkapkan oleh Gamal Nasir, Ketua Pembina Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Gamal Nasir kepada perkebunannews.com.

Sebab, menurut Gamal permasalahan lama atau tidaknnya PSR terletak pada banyaknya persyaratan. Ada 8 persyaratan yang dinilai petani masih terlalu berat. “Jadi kalau persyaratannya kalau bisa lebih dipermudah, dengan begitu mungkin akan berjalan lebih cepat,” terang Gamal, yang juga Dewan Pengawas Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (GAPERINDO).

Artinya, Gamal menyayangkan jika menggunakan harus menggunakan surveyor untuk melakukan pendataan petani. Bahkan surveyor itupun juga tidak punya data petani di masing-masing daerah, mereka tetap akan meminta data-data dari masing-masing dinas perkebunan daerah ataupun data Ditjen Perkebunan.

“Hal ini karena dahulu juga pernah ada peremajaan kelapa sawit dan juga meggunakan surveyor. Tapi ujung-ujunganya surveyor tetap meminta bantuan dinas perkebunan daerah dan Ditjenbun terkait data-datanya,” keluh Gamal yang juga mantan Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Melihat pengalaman dahulu, Gamal, menyarankan daripada menggunakan surveyor, alangkah baiknya jika memaksimalkan dinas-dinas perkebunan yang ada didaerah. Sebab yang mengerti kondisi di lapangan adalah dinas-dinas perkebunan di daerahnya masing-masing.

“Berikan saja dana oiperasional kepada dinas perkebunan daerah. Sebab harus diakui bahwa lambatnya pengerjaan didaerah karena kurangnya dana,” saran Gamal.

Disisi lain, menurut Gamal, lambatnya peremajaan kelapa sawit saat ini yaitu kurangnya sosialisasi terhadap petani akan pentingnya peremajaan.

Sebab, suka tidak suka harus diakui bahwa masih ada petani yang meyayangkan jika tanamannya harus diganti dengan tanaman baru. Ini karena tanamannya masih berbuah meskipun sedikit. Apalagi jika luas tanamanyya hanya kecil, maka harus darinama lagi pendapatan sehari-harinya jika tanamannya harus ditebang dan harus menunggu 3 tahun lagi baru bisa mendapatkan uang. Harus makan apa keluarganya selama 3 tahun tersebut?

“Jadi dalam hal ini harus ada sosialisasi kepada petani dan memberikan jaminan kepada petani bahwa selama 3 tahun (sebelum tanamannya berbuah), keluarganya tetap bisa terpenuhi kebutuhannya,” himbau gamal.

Artinya, Gamal mengakui, masalah peremajaan ini ada banyak yang harus dibenahi dan dipikirkan kembali jika harus menggunakan surveyor. YIN

(Visited 147 times, 1 visits today)