20 March, 2017

Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), mulai melakukan tanam perdana integrasi sawit jagung seluas 500 hektare (Ha) di perkebunan plasma kelapa sawit di empat desa di Kabupaten Seruyan, Sabtu (18/3). Penanaman perdana sawit dan jagung yang sekaligus penyerahan bibit jagung hibrida itu dilakukan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kementan, mewakili Direktur Jenderal Perkebunan dan dihadiri Bupati Seruyan Sudarsono serta pejabat terkait.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kementan, Dedi Junaedi mengatakan, penanaman sawit plasma dan tumpang sari jagung di kebun plasma Koperasi Usaha Mandiri merupakan perjuangan yang cukup lama. Penanaman ini juga yang perdana dilakukan perusahaan kelapa sawit selaku inti yang bermitra di Indonesia untuk melakukan integrasi lahan jagung di perkebunan sawit, terutama pada tanaman yang belum menghasilkan.

Dedi menuturkan, salah satu prioritas pembangungan nasional pembangunan pertanian yang dicanangkan Presiden Jokowi adalah membangun kedaulatan pangan, dalam hal ini bagaimana mewujudkan swasembada jagung pada 2017 ini.

Direktorat Jenderal Perkebunan telah mendapat amanat dari Menteri Pertanian untuk melakukan penanaman sekitar 1 juta Ha jagung di lahan-lahan perkebunan, khususnya perkebunan kelapa sawit.

Menurut Dedi, lahan sawit termasuk di wilayah kabupaten Seruyan ini cukup potensial. “Jadi ini termasuk yang perdana di PT Triputra Agro Persada Grup dan patut diapresiasi karena telah menginisiasi intregrasi sawit jagung, apalagi di tanam di lahan plasma yang baru dimulai,” ujarnya. (YR)

(Visited 212 times, 1 visits today)