https://api.whatsapp.com/send?phone=6281361509763
Petrokimia Gresik
5 May, 2021
Bagikan Berita

Jakarta, mediaperkebunan.id – Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Junaedi, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya mendorong dan memotivasi para pelaku usaha perkebunan agar dapat meningkatkan kualitas dan inovasi hasil olahan komoditas perkebunan yang bermutu baik dan berdaya saing.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pembinaan dan pendampingan bagi para petani dan pelaku usaha yang berorientasi ekspor untuk dapat memahami standarisasi ekspor yang pada akhirnya mensukseskan program Gratieks ini hingga tahun 2024.

Berkaitan dengan hal tersebut, Salah satu pelaku usaha perkebunan yang bergerak di komoditas teh asal Jawa Barat, Arafatea, saat ini sedang giat mengembangkan teh dan terus melakukan variasi olahan teh yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti teh jeruk (orange tea), cokelat teh hijau (greentea chocolate), teh biji cokelat (cacao nips tea), greentea rice cracker, teh bunga (flower tea), teh putih (white tea), teh hitam (blacktea), teh genmaicha, Matcha Latte / Greentea Latte, teh hijau pandan (pandan greentea), hingga kosmetik/skincare greentea face mask, greentea face soap, bodylotion, dan bantal leher teh (healty neck pillow) serta produk lainnya.

Menurut Ifah pemilik Arafatea, Teh biji cokelat (cacao nips tea) telah dikembangkan sejak tahun 2019. Berawal dari silaturahmi antara petani teh dengan petani kakao sehingga saling terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung dalam bentuk sebuah prodak olahan kolaborasi teh dan cokelat.

“Sinergi teh dan kakao merupakan terobosan baru, karena itu asli teh dan kakao Indonesia, memakai teh premium blactea ortodok dari kebun Malabar di Pangalengan. Arafatea bekerjasama dengan petani kakao, Bapak Asep, asal Pangandaran, berupa biji kakao yang sudah di fermentasi kering, di bakar atau sanggrai,” ungkap Ifah.

Baca Juga  Pembiayaan KUR Seharusnya Solusi Peremajaan

Lebih dari itu, Ifah megakui, respon terhadap cacao nips tea bagus sekali, karena unik rasa teh dengan aroma kakao membuat sensasi rasa khas dan menenangkan. ÔÇťApalagi manfaatnya membuat tidur menjadi lebih berkualitas terutama bagi kalangan anak muda,” ujar Ifah.

Meski begitu, Ifah membenarkan bahwa, dari hulu ke hilir dikerjakan oleh kelompok tani dan inovasi oleh Arafatea.

“Sudah 1 (satu) kali ekspor ke singapura sebanyak 20.000 botol pada bulan Desember tahun 2020,” jelas Ifah.

Tentunya di masa pandemi ini, para pelaku usaha perkebunan dihadapkan dengan berbagai tantangan. Namun hal itu tak melonggarkan semangat dan tetap terus berupaya.

Disisi lain, menurut Ifah, tantangan pasti ada. “Dengan adanya covid ini tentunya pasti terdampak, baik dari segi marketing maupun produksi menjadi tersendat. Namun kita ubah tantangan itu menjadi anugerah untuk selalu berkarya. Di awal tahun ini kita punya program mall to mall dan meningkatkan jual online. Saat ini Arafatea ada di ploting market seperti di beberapa mall di Indonesia, online shop shopee, tokopedia, ali baba, atau bisa diorder melalui media sosial khususnya Instagram, atau via Whatsapp Arafatea, bahkan bisa kunjungi langsung ke Cigadung Bandung” papar Ifah.

Kedepannya Ifah berharap, “Kita sekarang harus selalu semangat berjuang, tetap berpikir positif dan tetap berkarya dengan mempersiapkan produk-produk inovasi yang bermutu dan kualitas baik. Selain itu juga tetap melakukan promosi dan edukasi dalam masa pandemi Covid-19 ini.” (YIN)

(Visited 39 times, 1 visits today)