11 April, 2020

Meskipun pandemi Covid 19 saat ini skalanya semakin luas di Indonesia, sejauh ini produksi sawit Indonesia masih normal karena secara operasional Panen-Angkut -Olah (PAO) belum terganggu. “Mudah-mudahan sampai kedepan operasional PAO di Indonesia tidak terganggu. Harusnya memang demikian karena karakteristik operasional kebun sawit adalah jaga jarak fisik sesuai protokol pencegahan COVID-19,” kata Hasril Hasan Siregar, Peneliti Senior Pusat Penelitian Kelapa Sawit/ Ketua Bidang Riset dan Peningkatan Produkstivitas GAPKI.

Sejauh ini perusahaan & petani sawit di Indonesia masih dan sudah melaksanakan protokol pencegahan COVID-19. Contohnya Kebun dan pabrik kelapa sawit milik Socfindo, PT SMA Aek Nabara melaksanakan protokol pencegahan Covid dengan mewajibkan setiap orang yang masuk lingkungan pabrik kelapa sawit mencuci tangan dengan sabun, masuk bilik disinfektan dan diukur suhu tubuhnya. PTPN III dan IV menyemprot lingkungan kantor dengan disinfektan dan lain-lain. Perusahaan lain juga melakukan hal yang sama.

Hanya saja produksi dan stock dunia sempat terganggu karena di Malaysia sempat menerapkan lockdown pada kebun sawit terutama di Sabah. Pemerintah Malaysia sudah menetapkan beberapa perkebunan di Sabah melakukan lock down. Periode lockdown yang akan berakhir beberapa hari mendatang diperkirakan akan diperpanjang. Sabah selama ini memasok 25% produksi Malaysia dan kebun yang dilockdown memproduksi 75% produksi Sabah.

Iklim tahun 2019 & 2020 sejauh ini normal atau tidak menjadi faktor pembatas bagi kelapa sawit. “Hanya saja curah hujan rendah (<100 mm/bulan) dan anomali suhu udara menjadi lebih tinggi dari normal memerlukan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bila terjadi Karhutla yang juga menimbulkan asap tentu akan mengganggu produksi & kualitas tandan buah segar ” kata Doktor Klimatologi Pertanian jebolan IPB ini. Hasril berharap supaya pandemi covid 19 cepat berlalu sehingga tidak perlu sampai kebun sawit dan PKS dilockdown. Kalau hal ini terjadi maka produksi pasti akan turun.

(Visited 138 times, 1 visits today)