20 July, 2020

Jakarta, mediaperkebunan.id – Wilmar kembali melaksanakan upaya mitigasi kebakaran di sekitar wilayah operasi Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaanya kali ini dibarengi dengan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Kordinator Regional Sustainability Kalimantan Tengah Region, grup Wilmar, Sarimanah mengakui, upaya pencegahan tahun ini menghadapi tantangan lebih besar karena pelaksanannya harus dibarengi dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Diantaranya, selalu menjaga kebersihan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencegah terjadinya kerumunan.

Sebagai konsekwensinya, sejumlah program ditiadakan, terutama aktivitas yang menyebabkan berkumpulnya orang dalam jumlah banyak. Contohnya, sosialisasi kepada masyarakat yang rutin dilaksanakan. “Sebagai gantinya, kami sosialisasi melalui papan pengumuman dan meningkatkan kewaspadaan serta kordinasi di internal,” ujar Sarimanah.

Sejak merebaknya wabah, perusahaan telah membatasi aktivitas demi memutus rantai penyebaran penyakit. Salah satunya adalah dengan membatasi keluar-masuk orang ke wilayah perkebunan (estate), sehingga simulasi mitigasi kebakaran yang biasanya dilakukan bersama, saat ini digelar di masing-masing kebun.

Sarimanah mengatakan, Wilmar telah menyusun peta risiko kebakaran 2020 dengan memasukkan perimeter 2018 dan 2019. Pihaknya juga memastikan akses-akses menuju lokasi daerah yang diprediksi rawan kebakaran tersedia.

Wilmar juga telah membangun sistem peringatan dini melalui hotspot alert. Sistem tersebut mempercepat penyampaian informasi hotspot hingga ke unit-unit kebun. Sistem itu dikembangkan berbasis Geographic Information System sehingga mempermudah mendeteksi hotspot di lapangan. Selain hotspot dan lokasi, sistem tersebut juga menginformasikan kondisi curah hujan.

Pencegahan kebakaran juga mengandalkan informasi berdasarkan pengamatan melalui patroli dan menara kebakaran. “Kami telah menambah jumlah sumur bor. Jumlahnya tahun ini ditambah 36 unit dari sebelumnya 32 unit,” ujar Sarimanah.
Selain itu, Wilmar menggandeng Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan berencana bekerjasama dengan Kepolisian Sektor (Polsek) guna mensosialisasikan pencegahan kebakaran.

Menurut Kordinator Supervisor Environment Health Safety (EHS) and Sustainability di Wilmar Group Region Sumatera Selatan Ranto H Munthe, selain dengan melaksanakan protokol kesehatan, pihaknya berupaya untuk meningkatkan kesiagaan dengan melengkapi sarana dan prasarana pemadaman kebakaran serta menyediakan embung buatan dan alami.

Ranto menambahkan, perusahaan juga menggandeng Dinas Perkebunan Provinsi dan Kabupaten serta melakukan evaluasi bersama Direktorat Jenderal Perkebunan dan Manggala Agni. “Kami akan meningkatkan kewaspadaan mulai Agustus dan September mendatang,” kata Ranto.

(Visited 20 times, 1 visits today)