5 June, 2020

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menandatangani perjajian pinjaman USD30 juta berjangka waktu 10 tahun dari Stiching andgreen fund (&Green), perusahaan investasi global yang fokus pada pembiayaan komoditas untuk melindungi hutan tropis. DSNG adalah anggota RSPO yang sudah berkomitmen untuk mengelola, mengoperasikan dan memproduksi CSPO (Certified Sustainable Palm Oil).

Investasi kedua dari &Green di Indonesia ini akan mempercepat pelaksanaan strategi NDPE (No Deforestasion , No Peat, No Exploitaion, tidak ada pembalakan hutan, tidak menanam di lahan gambut dan tidak ada ekploitasi pekerja dan masyarakat) DSNG. Fasilitas pinjaman jangka panjang ini memampukan DSNG mendiversifikasi sumber pembiayaan, disaat susahnya mencari pinjaman global karena pandemi Covid-19.

DSNG akan bekerjasama dengan pemangku kepentingan kunci yaitu pemerintah, LSM lokal dan luar negeri. DSNG sadar kunci sukses melaksanakan target ini adalah kerjasama dengan masyarakat setempat.

Bekerjasama dengan SAIL Venture, perusahaan advisor &Green , DSNG akan membuat Landcape Potection Plan (Rencana Perlindungan Bentang Darat) yang meliputi seluruh konsesi DSNG. Juga Enviromental and Social Action Plan (Rencana Aksi Lingkungan dan Sosial) yang akan membantu DNSG sebagai petunjuk arah melaksanakan strategi mengelola sustainability konsesinya ditengah situasi sosial ekonomi yang sangat kompleks dan cepat berubah.

DSNG akan melaksanakan NDPEnya secara penuh tahun 2025 termasuk pada petani pemasok TBSnya. Komitmen transparansi dan akuntabilitas DSNG lewat syarat-syarat yang ketat dalam pinjaman ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan perkebunan lain.

Adrianto Oetomo, Presdir DSNG menyatakan investasi dari &Green ini memberi kepercayaan diri bahwa model sustainaibilty dan produksi minyak kelapa sawit inklusif dapat diangkat, ditingkatkan dan diperkaya dengan mitra pembiayaan yang tepat.

“Kami sadar harus luarbiasa bukan dalam kinerja bisnis saja tetapi bagaimana membuat dampak positif pada ekosistem yang mendukung bisnis. Kami menerima tantangan ini dan berkomitmen melaksanakannya bersama &Green,” katanya.

Felia Salim, Direktur &Green menyatakan transaksi ini merupakan kombinasi dari produksi sustainable dari komoditas yang sangat penting bagi Indonesia dengan persyaratan yang ketat untuk perlindungan hutan dan inklusivitas produksi dengan melibatkan pekebun. Ini sesuai dengan mandat &Green untuk membuat cetak biru bagi sektor swasta untuk diaplikasikan pada perusahaan lain.

“Semua rencana DSNG akan tertera dalam &Green website. Kami bangga bisa mendukung upaya DSNG dan ini merupakan investasi pertama pada kelapa sawit,” kata mantan Direktur Bursa Efek Indonesia dan BNI ini.

Sanjiv Louis, Direktur Investasi SAIL Venture Asia Tenggara menyatakan dengan pinjaman berjangka waktu 10 tahun, &Green memberi keleluasaan pada DSNG untuk melaksanakan komitmennya pada masyarakat dalam hal sustainability. Ini juga menunjukkan bagaimana sektor finansial dapat mendukung kelapa sawit sustainable.

(Visited 167 times, 1 visits today)