20 December, 2019

Jakarta, perkebunannew.com – Kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI (Kemenko) periode 2015-2019, Darmin Nasution dalam mendorong biodiesel yang berbahan baku crude palm oil (CPO) harus diakui dan kini sudah mengarah kepada biodiesel 30 persen (B30).

“Jadi pada saat saya diminta untuk bergabung dalam pemerintahan Jokowi-JK, tepatnya pada Agustus 2015, saya langsung tancap gas untuk kosentrasi membangun energi baru dan terbarukan,” kata Darmin dalam Forum Diskusi yang digagas Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) dengan tema “Roadmap Biodiesel 100% (B100) – Indonesia,” di Jakarta .

Lebih lanjut, menurut Darmin, kenapa mandatori biodiesel sawit seolah jalan ditempat, ditengarai lantaran banyaknya pandangan dan kajian yang menjadi pertimbangan dalam melanjutkan program mandatori biodiesel ini.

Beberapa kalangan bahkan memberikan masukan bahwa campuran biodiesel kelapa sawit ke minyak solar hanya akan efektif sekitar 7,5% (B7,5). Tapi saat apakah bisa ditingkatkan menjadi 20%, 50% bahkan 100%, para ahli tidak ada yang menentang.

Namun ada yang memberikan catatan bahwa biodiesel sawit jangan sampai digunakan di wilayah dengan kondisi iklim dibawah 15 derajat. “Saya kira iklim Indonesia tidak sampai sedingin itu, maka program itu saya yakini bisa lebih tinggi campurannya,” ucap Darmin

Bahkan, Darmin mengatakan, untuk memuluskan rencananya tersebut melakukan pembicaraan dengan panglima tni dan kepala polri, dimana petinggi di kedua institusi ini mendukung penuh program mandatori biodiesel sawit.

Namun kendala berikutnya ialah masalah titik campur, sebelumnya titik campur yang dimiliki Pertamina mencapai 112 lokasi. “Sehingga saya meminta itu untuk lebih disederhanakan, lantaran kapal pengangkut mesti memiliki lisensi dari Pertamina dan jumlahnya terbatas,” ucap Darmin.

Sehingga, menurut Darmin, titik campur itu berkurang menjadi sekitar 69 titik campur, dan dikurangi lagi menjadi 29 Titik campur dan kabarnya saat ini telah sekitar 10 titik campur saja.

Melihat kinerja Darmin, Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun mengatakan
sosok Darmin yang dikenalnya merupakan sosok yang fokus dan detil.

Bahkan pada saat Darmin menjadi Dirjen Pajak, sempat melakukan reli diskusi terkait kelapa sawit hingga fisik Derom bangun drop. “Saya sampai sempat sakit karena rapat yang terus berlanjut berturut-turut selama 3 hari dari siang sampai malam,” ucap Derom. YIN

(Visited 52 times, 1 visits today)