20 June, 2016
Amran Sulaiman

Amran Sulaiman

Periode 2016-2023 Kementerian Pertanian mentargetkan penggunaan dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar Rp 104,9 triliun untuk peremajaan tanaman perkebunan rakyat seluas 1.781.200 ha dengan tenaga kerja terserap 1.080.880 orang. Sedang untuk intensifikasi Rp41,1 triliun dengan luas areal 1.492.500 ha menyerap tenaga kerja 1.443.500 orang. Demikian paparan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

Peremajaan karet mencapai 700.000 ha, kelapa sawit 550.000 ha, kopi 270.000 ha, kakao 130.000 ha, teh 25.000 ha dan pala 1.200 ha. Sedang intensifikasi kopi 680.000 ha, kakao 485.000 ha, karet 300.000 ha, sawit 100.000 ha, teh 25.000 ha, pala 5.000 ha. Total luas areal kelapa sawit saat ini adalah 11,3 juta ha, karet 3,62 juta ha, kakao 1,72 juta ha, kopi 1,23 juta ha, teh 118.000 ha dan pala 164.000 ha.

Untuk peremajaan, supaya petani mendapatkan penghasilan maka dialokasikan dari APBN Rp4,3 triliun berupa pemberian benih padi, jagung, kedelai untuk tumpang sari. Tumpang sari padi ditargetkan 500.000 ha, tumpang sari jagung 1 juta ha dan tumpang sari kedelai 500.000 ha. Untuk mencapai swasembada daging juga dibuat integrasi kebun sapi 1 juta indukan menggunakan dana KUR Rp28,7 triliun.

Tahun 2016 KUR ditargetkan mencapai Rp22,31 triliun yaitu untuk karet Rp8,44 triliun,sapi indukan integrasi kebun sapi Rp 6 triliun, kopi Rp4,09 triliun, kakao Rp2,79 triliun, teh Rp670 miliar, kelapa sawit Rp276 miliar, pala Rp34,25 miliar. Sedang tahun 2017 ditargetkan Rp30,67 triliun terdiri dari karet Rp8,19 triliun,kopi Rp8.02 triliun, sapi indukan Rp6,6 triliun, kakao Rp5,19 triliun, kelapa sawit Rp1,45 triliun, teh Rp1,44 triliun, pala Rp64 miliar.

(Visited 61 times, 1 visits today)