22 December, 2019

Kotawaringin Barat, perkebunannews.com – Benar, Koperasi Mitra Bahaum memperoleh pendapatan alternatif selain dari hasil perkebunan sawit melalui Program Budidaya Ikan Patin di Dekat kawasan Sungai Lamandau, Desa Sakabulin dan Desa Lalang, Kel. Kotawaringin Hulu, Kec. Kotawaringin Lama, Kab. Kotawaringin Baru, Provinsi Kalimantan Tengah.

Ketua Koperasi Mitra Bahaum Masyakin mengaku telah menebar lebih dari 100 ribu bibit ikan patin secara bersama-sama di 6 kolam yang telah dibangun (dari rencana 12 kolam dengan luas 900 m2 per kolam) diatas lahan seluas 1,7 hektar.

Ditargetkan, Budidaya Ikan patin yang bernilai investasi Rp. 1,7 milyar ini akan menghasilkan 5 ton per bulan. Pengelolaan dikelola secara profesional sesuai standar budidaya dari Dinas Perikanan Kotawaringin Barat yang dilaksanakan melalui pelatihan sebagai pembekalan ilmu. Untuk memastikan ini berjalan dengan baik, dilakukan program pendampingan kepada para petani agar mendapatkan solusi tepat ketika menghadapi kendala-kendala operasional.

Artinya dengan adanya budidaya ikan ini, maka akan menjadi pendapatan tambahan bagi petani kelapa sawit. Ini merupakan secercah harapan untuk membantu kebutuhan ekonomi para petani disaat harga sawit yang kurang mendukung.

“Harga Tandan Buah Segar (TBS) yang cenderung naik turun, tentunya ini solusi tepat untuk tambahan penghasilan selain dari hasil kelapa sawit. Dengan adanya kegiatan budidaya ikan patin ini tentunya akan membantu menambah penghasilan pekebun sekaligus upaya antisipasi apabila harga TBS menurun.”, ujar Masyakin.

Program Budidaya Perikanan ini terbentuk melalui skema kerjasama inklusif yang melahirkan sebuah kemitraan strategis antar stakeholder dan diharapkan memiliki dampak positif yang luas bagi masyarakat sekitar. Pihak yang terlibat dalam kemitraaan strategis ini antara lain; Bumitama Gunajaya Agro (Group), Bappenas RI, Koperasi Mitra Bahaum,CV Dari TemanSejati selaku off-taker hasil panen, Pemkab Kobar, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Bappeda.

Kedepannya, menurut Masyakin jika program ini berhasil, akan dijadikan contoh (role model) oleh Bappenas RI terkait pengembangan kemitraan strategis yang lebih masif, berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di seluruh Indonesia.“Mudah-mudahan ini dapat berjalan dengan baik. Kedepan, program ini dapat direplika sesuai dengan komoditas unggulan masing-masing daerah.” Ujar Ahmad Dading Gunadi.

Sementara itu, Bupati Kobar, Hj.Nurhidayah mengatakan bahwa ini merupakan program kemitraan pengembang budidaya perikanan, yaitu ikan patin dan diharapkan dari kolaborasi ini dapat juga menunjang kemajuan Kabupaten Kobar.

“Saya sangat senang dengan adanya peresmian program budidaya ikan patin ini karena dari pengembangan kemitraan ikan patin ini dapat juga membantu kemajuan khususnya perekonomian di Kabupaten Kobar,” ujar Nurhidayah.

Sedangkan menurut Direktur Pengembangan UKM dan Koperasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI, Ahmad Dading Gunadi, saat ini Direktorat Pengembangan UKM dan Koperasi Kementerian PPN/Bappenas sedang melaksanakan kegiatan Implementasi Perluasan Kemitraan Strategis antara Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan Usaha Menengah dan Besar (UMB).

“Ini akan menjadi salah satu lokasi percontohan kemitraan strategis adalah di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah yang bekerjasama dengan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) di Kecamatan Kotawaringin Lama,” pungkas Gunadi. YIN

(Visited 50 times, 1 visits today)