15 February, 2018

Bandung – Riset tidak hanya di hilir tapi juga di hulu, atas dasar itulah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) siap mendukung, berapa pun dana yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah penelitiannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami, disela-sela acara Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2018 bertema Inovasi Teknologi Mendukung Sawit Indonesia Berkelanjutan, di Bandung pada tanggal 13–15 Februari 2018.

Lebih lanjut, menurut Dono dampak dari penelitian dan pengembangan yaitu untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi, peningkatan aspek keberlanjutan, serta mendorong penciptaan produk atau pasar baru.

“Sehingga melalui riset-riset tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan baik oleh industri, pemerintah maupun oleh petani,” tegas Dono.

Meski begitu, Dono menghimbau riset yang dilakukan harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh sektor kelapa sawit saat ini. Diantaranya seperti masalah rendahnya produktivitas petani swadaya, penggunaan teknologi yang belum merata serta kualitas SDM yang masih perlu diperbaiki.

“Harapannya, melalui Pekan riset ini dapat menjadi jembatan bagi peneliti kelepa sawit Indonesia dengan pihak-pihak pemangku kepentingan sawit sehingga hasil penelitan ini dapat menjadi bermanfaat bagi industri dan masyarakat luas,” ucap Dono.

Bahkan, Dono menjabarkan sejak berdirinya BPDP-KS di tahun 2015, sudah melaksan penelitian dan pengembangan, pihaknya telah bekerjasama dengan lebih dari 24 Universitas Negeri dan Swasta, 13 Lembaga Pendidikan Non Perguruan Tinggi, 127 Peneliti Senior, serta 146 Mahasiswa.

“Dari berbagai akivitas tersebut kita mampu menghasilkan 115 kontrak penelitian sawit, 101 publikasi ilmiah nasional dan internasional, 11 paten, dan menerbitkan 3 buku,” papar Dono.

Kemudian, tambah Dono di tahun 2016 telah dilakukan Pekan Riset Sawit yang pertama yang menampilkan 46 hasil penelitian antara lain adalah helm filler serat, bioplastik dari tandan kosong kelapa sawit, paket tekonologi papan laminasi menggunakan batang kelapa sawit, surfaktan anionik dari minyak sawit untuk peningkatan produksi minyak bumi di lapangan tua, aplikasi sawit pada smartphone dan lain-lain.

Pada tahun 2015-2016 BPDPKS telah menyeleksi Sebanyak 600 proposal dan disetujui untuk didanai sebanyak 71 proposal atau kurang lebih sebanyak 12%. “Sehingga pada tahun 2017 telah disusun roadmap riset sawit, pendanaan akan lebih selektif yaitu dengan menetapkan penelitian-penelitian prioritas yang akan didanai oleh BPDP-KS,” papar Dono.

Kedepannya, Dono berharap BPDP-KS bisa meningkatkan level kegiatan penelitian dan pengembangan ini menjadi berskala internasional. “Kami telah dan akan terus menjajaki kemungkinan untuk bekerjasama dengan berbagai lembaga penelitian dan universitas terpandang di dunia untuk memberikan nilai tambah bagi kegiatan riset sektor sawit Indonesia,” pungkas Dono. YIN

(Visited 168 times, 1 visits today)