1 January, 2020

Minyak goreng adalah salah bahan pokok yang harganya cenderung naik. Badan Ketahanan Pangan, Kementan melalui Toko Tani Indonesia Center mewaspadai hal ini. Risfaheri , Kepala Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementan menyatakan hal ini.

Harga minyak goreng mulai minggu pertama November 2019 sampai akhir Desember terus mengalami kenaikan. Selama bulan Desember terjadi kenaikan 0,37%. Minggu pertama Desember harga minyak goreng Rp12.123/kg, minggu kedua Rp12.138/kg, minggu ketiga 12.218/kg dan minggu ke 4 Rp12.260/kg.

“Tugas Toko Tani Indonesia adalah memastikan bahwa harga yang diterima konsumen di bawah harga pasar. Karena minyak goreng tidak dihasilkan petani, maka untuk pasokan kami menjalin kerjasama dengan pabrik atau distributor tingkat pertama. Kalau harganya naik terus maka Toko Tani Indonesia Center Indonesia akan mengadakan operasi pasar,” katanya.

Sedang komoditas perkebunan lain yaitu gula harganya relatif stabil bahkan turun 0.05%. Minggu pertama Desember Rp13.139/kg, minggu kedua Rp13.139/kg, minggu ketiga Rp13.163/kg dan minggu ke empat Rp13.121/kg. Gula juga tidak dihasilkan petani sehingga Toko Tani Indonesia Center untuk pasokan menjalin kerjasama dengan PG dan distributor.

Sedang beras, cabe, bawang pasokan Toko Tani Indonesia berasal dari Gabungan Kelompok Tani dan Lembaga Usaha Pangan Masyarakat. Sampai saat ini sudah ada 1.899 Gapoktan dan LUPM yang terlibat. Mereka memasok ke Toko Tani Indonesia Center di 32 provinsi dan 5.051 Toko Tani Indonesia. Omset tahun 2019 mencapai Rp115,3 miliar, TTIC sendiri Rp67,8 miliar dan omset e commerce Rp47,5 miliar.

(Visited 30 times, 1 visits today)