3 March, 2020

Jakarta, mediaperkebunan.id – Benar, bahwa saat ini beberapa perusahaan kelapa sawit sedang fokus untuk merilis benih-benih unggul kelapa sawit. Namun prospek pasar pasar benih sawit (kecambah kelapa sawit) saat ini cenderung stagnan.

Hal ini diungkapkan oleh Peneliti Senior Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Hasril Hasan Siregar dalam pesan singkat yang dikirimkan ke mediaperkebunan.id.

Menurut pengamatan Hasril stagnannya pasar benih bisa dikatakan karena untuk kebutuhan peremajaan saja hanya sekitar 5% per tahun itu pun untuk peremajaan dari areal yang ada saat ini yang hanya dibutuhkan sekitar 80-120 juta butir kecambah per tahun.

“Bahkan, prospek pasar benih sawit untuk luar negeri pun dilihat sangat terbatas atau hanya dalam jumlah sedikit, itu pun untuk pasar Afrika,” ucap Hasril, mantan Direktur PPKS.

Melihat hal ini, Hasril menyarankan karena kapasitas produksi benih sawit Indonesia sudah lebih besar dari kebutuhan, maka sebaiknya ijin untuk produsen benih sawit yang baru belum perlu diberikan lagi. Hal ini lantaran benih-benih unggul sudah berlebih.

Artinya secara tidak langsung banyaknya benih yang berkembang di Indonesia akan mengecilkan pasar benih di dalam negeri termasuk dari luar negeri. “Jadi sebaiknya sesuai dengan supplay dan demand saja,” pungkas Hasril. YIN

(Visited 79 times, 1 visits today)