2nd T-POMI
2024, 27 Maret
Share berita:

Jakarta, mediaperkebunan.id – Minum segelas teh manis dingin untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan tentu sangat menyegarkan. Namun, konsumsi teh yang baik dan benar perlu diperhatikan agar dapat diperoleh khasiatnya.

Terlebih di bulan puasa saat ini, ada cara tersendiri bagaimana cara mengonsumsi teh saat berbuka maupun sahur agar tak mengganggu organ dalam tubuh dan kesehatan selama Ramadhan.

Waktu minum teh yang tepat di bulan puasa

Bolehkah minum teh manis saat berbuka puasa? Lebih baik minum teh di saat sahur atau berbuka?

Dilansir dari berbagai sumber, minum teh boleh dilakukan saat sahur maupun berbuka puasa. Menurut ahli, teh manis yang memiliki kandungan gula sederhana mampu memberikan energi baru saat sahur. Kemudian, minum teh saat berbuka puasa mampu meningkatkan kadar gula yang rendah setelah seharian berpuasa.

Minum teh saat sahur dan berbuka puasa di bulan Ramadhan memang boleh, tapi ada yang perlu diperhatikan nih.

Aturan minum teh di bulan puasa

Minum yang manis-manis memang dianjurkan ketika berbuka puasa, tetapi minum teh manis ternyata punya aturan tersendiri agar bisa menyerap khasiatnya. Minum teh sendiri sudah menjadi kebiasaan bagi kebanyakan orang Indonesia.

Aroma pada teh yang khas ditambah rasa manis pada gula dan dipadukan dengan es batu membuat minum teh kala berbuka puasa menjadi leih segar. Selain mudah didapat, harga teh di Indonesia juga terbilang relatif murah.

Tak hanya rasanya yang enak teh apabila dikonsumsi dengan benar dapat memberikan efek positif dan jika dikonsumsi secara asal-asalan dapat berdampak negatif bagi tubuh. Lalu, bagaimana cara minum teh yang baik dan benar?

Dilansir dari Dinkes Aceh, berikut ini ada beberapa hal yang perlu kita lakukan saat hendak meminum teh:

Baca Juga:  DTI Fokus Pembenahan Teh dari Hilir ke Hulu

Minum teh jangan dibarengi dengan makanan berat

Jangan minum teh setelah makan makanan tinggi kalori, misalnya nasi dan lauk-pauk. Baiknya, beri jeda waktu minum teh setelah mengonsumsi makanan berat. Minumlah teh setelah 3-4 jam dari waktu makan.

Mengonsumsi teh yang baik dan benar adalah dengan dibarengi dengan makanan yang renah kalori, misalnya umbi-umbian atau makanan ringan yang terbuat dari gandum. Lebih baik lagi, mengonsumsi teh tidak dibarengi dengan konsumsi makanan.

Minumlah teh tawar

Daripada teh manis, teh tawar lebih direkomendasikan untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa, atau kondisi sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan terdapat zat tanin yang terasa pahit dan dapat memberikan efet astringen, yaitu dapat membantu menurunkan frekuensi buang air besar saat diare.

Perhatian frekuensi minum teh dalam sehari

Karena teh merupakan salah satu minuman yang mengandung kafein, maka tidak boleh berlebihan dalam mengonsumsinya. Dianjurkan untuk membatasi mengonsumsi teh paling banyak 2 gelas atau 200 mg dalam sehari agar ternhindar dari gangguan asam lambung.

Perhatikan kandungan gula dalam teh

Minum teh manis boleh, tetapi perlu diperhatikan banyak kandungan gula di dalamnya. Menurut Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula untuk satu orang dalam sehari adalah 10 persen dari total energi (200 kkal) atau setara dengan 4 sendok makan (50gram/orang dalam satu hari).

Manfaat minum teh di bulan puasa

Dilansir dari Kemenkes, minum teh yang dikonsumsi secara tepat dapat mendatangkan sejumlah manfaat berikut:

  1. Membantu menurunkan berat badan. Teh yang dikonsumsi tawar tanpa kandungan gula dapat menghambat penyerapan lemak dan membantu pembakaran lemak jika dikonsumsi sambil berolahraga.
  2. Membuat kulit menjadi lebih sehat. Minum teh hitam panas secara teratur dinilai dapat mengurangi risiko kanker kulit secara signifikan.
  3. Menurunkan kadar kolesterol. Seseorang yang mengonsumsi teh hitam secara teratur terbukti mengalami penurunan kadar kolesterol total dan kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dibandingkan individu yang tidak mengonsumsi teh hitam.
  4. Meningkatkan metabolisme tubuh. Kandungan kafein dalam teh diketahui dapat meningkatkan metabolisme serta pembakaran lemak dalam tubuh hingga 100 kalori per hari.
  5. Menurunkan risiko diabetes. Minum teh secara teratur dalam kandungan yang tepat setiap harinya juga disebut dapat menurunkan diabetes tipe-2, tetapi harus dibantu dengan pengendalian jumlah gula dalam makanan yang dikonsumsi.
Baca Juga:  Dirut PTPN VIII Pimpin Dewan Teh Indonesia 2017 - 2021