3 May, 2020

Nyaris tidak ada yang berubah dalam aktivitas keseharian di PPTK (Pusat Penelitian Teh dan Kina) Gambung. Meski disejumlah tempat melakukan lockdown atau PSBB akibat wabah Covid 19, termasuk Kabupaten Bandung dimana PPTK Gambung berada, lembaga penelitian ini tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Dadan Rohdiana, Direktur PPTK Gambung menyatakan hal ini.

PPTK Gambung masuk kategori perusahaan yang memperoleh dispensasi untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengedepankan SOP Pencegahan dan Penanganan Covid 19. Salah satu SOP yang dilakukan oleh majemen dan seluruh karyawan adalah penggunaan masker.

Secara internal PPTK Gambungpun membentuk tim SIAGA Covid yang beranggotan manajemen puncak, para manajer, satuan pengaman dan staff terkait. Mengingat PPTK Gambung juga merupakan jalur penghubung Ciwidey-Pangalengan, PPTK Gambung berkoordinasi dengan pemerintahan setempat dalam hal ini Desa Mekarsari untuk sama-sama mengamankan jalur tersebut dari kemungkinan penularan virus akibat hilir mudiknya para pengguna jalan dijalur tersebut.

PPTK Gambung menutup diri dari kehadiran tamu, terutama tamu yang masih bisa dialihkan kehadirannya tanpa harus ada kunjungan secara fisik. Penggunaan media seperti telp, email, WA, atau bahkan vcon menjadi alternative untuk mengatasi kendala tersebut.

Tamu atau pendatang yang erat kaitannya dengan keberlangsungan perusahaan secara langsung, seperti supplier bahan bakar, pupuk maupun kebutuhan mendesak lainnya diperbolehkan masuk dengan tetap mengikuti kaidah yang telah ditetapkan oleh manajemen.

PPTK Gambung juga tetap menghadirkan dokter jaga setiap hari Selasa dan Jumat di Poliklinik. Dokter tersebut berasal dari Puskesmas Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung. Jauh sebelum adanya wabah Covid 19 ini PPTK memang sudah melakukan kerjasama secara baik dengan Puskesmas.

(Visited 94 times, 1 visits today)