12 October, 2019

Yogyakarta, Perkebunannews – Tidak hanya tanaman saja pada saat tua yang harus direplanting, tapi juga petani juga harus direplanting guna menuju perkebunan yang sustainable (berkelanjutan).

Hal tersebut diungkapkan Ir.Sri Gunawan.MP Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogykarta (AKPY) STIPER disela-sela Wisuda ke 3 Program Diploma 1 (D1) di Graha INSTIPER, Yogyakarta kepada perkebunannews.

“Jadi dalam hal ini bukan hanya tanaman saja yang harus direplanting tapi juga petaninya harus regenerasi atau direplanting guna menghasilkan produktivitas yang tinggi dan tercipta sustainability,” kata Gunawan.

Ir.Sri Gunawan.MP Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogykarta (AKPY) STIPER

Ir.Sri Gunawan.MP Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogykarta (AKPY) STIPER


Lebih dari itu, menurut Gunawan Program D1 yang fokus terhadap komoditas kelapa sawit, saat ini baru AKPY STIPER. Sehingga tidaklah heran lulusan Program D1 AKPY STIPER banyak dicari perusahaan dan diminati masyarakat.

Terbukti, bahwa jumlah mahasiswa Program D1 AKPY STIPER setiap tahunnya terus meningkat. Seperti lulusan tahun 2019 ini sebanyak 197 mahasiswa, dan mahasiswa barunya sebanyak 300 mahasiswa. “Sehingga dengan terus meningkatnya jumlah mahasiwa Program D1 AKPY STIPER ini membuktikan bahwa untuk D1 ini banyak dicari,” terang Gunawan.

Program D1 AKPY STIPER ini banyak dicari, karena menurut Gunawan, kurikurum yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dilapangan. Bahkan komposisi pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa yaitu 60 persen praktek dan 40 persen teori.

“Hal ini karena proses pemdirikan di AKPY STIPER dimuali dengan bimbangn mental fisik displin perkebunan(Bintal Fisdibun). Mentalnya bagus, fisiknya bagus dan disiplin itulah pondasi awalnya. Untuk itu kita berkejasama dengan Pasukan Khas (Paskhas) Yogya,” terang Gunawan.

Setelah itu, lanjut Gunawan, untuk menciptakan pola logogika maka AKPY STIPER bekerjasa dengan Pusat Pendidikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) DIY.

Sedangkan untuk pengetahuan perkebunan kelapa sawitnya AKPY STIPER melakukannya di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) di Ungaran dengan pengajar para praktisi. “Kebun tersebut sengaja dibangun memang untuk praktek lapangan para mahasiswa, dengan tujuan agar terjun kelapa sudah mengerti mengangani masalah-masalah perkebunan kelapa sawit,” ucap Gunawan.

Lalu, Gunawa menerangkan, kuliah tersebut menggunakan blok sistem kompetnsi. Mulai dari blok persiapan lahan. Lanjut ke blok pembibitan. Setelah itu, blok penanaman. Kemudiam blok perawatan tanaman. Lanjut masuk blok panen dan blok koperasi atau wirausaha, dan terakhir blok sustanabilitas (ISPO), yaitu mahasiswa diajarkan bagaimana menciptakan kebun yang berstandar sustaiability. “Semua blok itu harus dilewati mahasihwa,” tegas Gunawan.

Alhasil, Gunawan mengakui, saat terjun kelapangan para lulusan Program D1 AKPY STIPER sudah paham apa yang harus dikerjakan jika terjadi kendala dilapangan. YIN

(Visited 98 times, 1 visits today)