6 December, 2019

BANDA ACEH, Perkebunannes.com – Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah yang letaknya strategis bagi alternatif baru jalur ekspor minyak kelapa sawit Indonesia. Secara geografis, Aceh berdekatan dengan India dan Pakistan. Kedua negara masuk dalam negara-negara tujuan utama ekspor minyak sawit indonesia.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono dalam Kuliah umum bertajuk “Akselerasi Inovasi dan Pengembangan Industri Kelapa Sawit Indonesia” yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas Syahkuala, Banda Aceh, Kamis (5/12).

“Dengan pengembangan fasilitas berupa infrastruktur, pelabuhan, listrik, gas dan juga kapasitas produksi kelapa sawit yang besar, saya yakin Aceh bisa memproduksi industri hilir kelapa sawit sekaligus menjadi jalur ekspor Indonesia ke India dan Pakistan,” kata Joko.

Data Badan Pusat Stratistik (BPS) menyebutkan, tahun 2018 jumlah ekpor minyak sawit Indonesia ke India mencapai angka 6,7 juta ton. Angka tersebut secara global menjadikan India sebagai negara tujuan ekspor minyak sawit terbesar.

Sedangkan ekspor ke Pakistan tahun 2018 mencapai 2,5 juta ton. Meskipun demikian jumlah ekspor ke Pakistan optimis akan terus bertambah seiring dengan dilakukannya kesepakatan-kesepakatan perdagangan antara kedua negara.

Joko menekankan peran sawit Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia akan menjadi alternatif paling sustainable untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati masyarakat dunia.

Produktifitas minyak kelapa sawit merupakan yang paling tinggi dibandingkan minyak nabati lainnya. Mengutip data dari International Union for Conservation Nature (IUCN), Untuk menghasilkan 1 ton minyak nabati, rapeseed memerlukan 1,25 hektar (Ha) lahan, bunga matahari memerlukan 1,42 Ha lahan dan kedelai 2 Ha Lahan, sedangkan sawit hanya memerlukan 0,26 Ha Lahan.

“Jika kebutuhan dunia terus bertambah sedangkan produksi kelapa sawit stagnan maka yang akan terjadi ialah dunia akan melakukan deforestasi yang jauh lebih besar untuk memenuhi kebutuhan manusia, yakni dengan ekspansi perkebunan kedelai maupun rapeseed,” ungkap Joko.(YR)

(Visited 22 times, 1 visits today)