2nd T-POMI
2022, 3 Mei
Share berita:

Jakarta, mediaperkebunan.id – Berbagai cara terus dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan swasta untuk membangun masyarakat Papua agar lebih baik lagi. Salahsatunya seperi yang dilakukan oleh Tunas Sawa Erma (TSE) Group dengan program 5 pilarnya untuk membangun masyarakat Papua.

Corporate Social Contributions (CSC) Manage TSE Group, Setiyono menerangkan, TSE Group melalui kegiatan Corporate Social Contribution (CSC), perusahaan berusaha untuk memberikan kontribusi secara sosial kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk meningkatkan kesejahteraan dan berdampak positif bagi lingkungan.

kegiatan CSC yang dilakukan TSE Group (PT Tunas Sawa Erma, PT Berkat Cipta Abadi, dan PT Dongin Prabhawa) berdasarkan 5 pilar utama yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan dan infrastruktur.

“Kegiatan CSC selaras dengan filosofi perusahaan untuk membangun hubungan yang harmonis, bermanfaat dan berkelanjutan dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan demi kemajuan dan kemakmuran, “ujar Setiyono saat ramah tamah dengan rekan-rekan media di Jakarta.

Di bidang pendidikan, perusahaan terfokus kepada perbaikan kualitas pendidikan. Pada 2021 TSE Group memberikan dukungan prasarana pendidikan dengan menyalurkan bantuan perbaikan asrama anak tuan dusun yang bersekolah di Boven Digoel, membantu bahan-bahan material pembangunan tiga gedung SD dan menyumbang lima unit bus sekolah sebagai sarana untuk mengantar siswa-siswi yang berangkat atau pun menjemput pulang dari sekolah.

Bantuan TSE Group bukan hanya menyasar pada sarana dan prasarana pendidikan saja. Untuk mendorong semangat para guru dalam kegiatan belajar-mengajar (KBM) TSE Group memberikan bantuan honor dan bahan makanan bagi puluhan guru setingkat SD sampai SMA. TSE Group juga memberikan bantuan beasiswa bagi anak-anak tuan dusun dan anak yatim sebagai upaya pemerataan pendidikan serta mendukung penyelenggaraan SEKAMI (Serikat Kepausan Anak Remaja Misioner Indonesia).

Baca Juga:  NO PALM OIL MORE DEFORESTATION

Selain itu, bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) TSE Group memberikan beasiswa untuk Orang Asli Papua (OAP) guna menempuh pendidikan di Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta dan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE) di Cibitung, Jawa Barat. Diharapkan jenjang pendidikan lanjutan ini mampu meningkatkan pengetahuan para OAP sehingga nantinya bisa mengangkat kehidupan mereka di tanah kelahiran menjadi lebih baik.

Di bidang kesehatan masyarakat, Setiyono menjelaskan perusahaan mengelola 4 klinik kesehatan. Salah satu yang terbesar adalah Klinik Asiki di Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, daerah paling timur Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Diresmikan pada September 2017, Klinik Asiki memiliki fasilitas modern yang ditunjang dengan peralatan canggih. Klinik yang dibangun dan dikelola melalui program CSC ini memberikan pelayanan fasilitas kesehatan gratis bagi orang-orang asli Papua dan dilengkapi dengan fasilitas BPJS Kesehatan.

Klinik Asiki memberikan pelayanan kesehatan melalui poli umum, poli gigi, laboratorium, penyuluhan kesehatan dan perbaikan gizi. Para dokter secara rutin dikerahkan untuk kegiatan bakti sosial penyuluhan kesehatan dengan mendatangi masyarakat secara langsung dari kampung ke kampung. TSE Group juga siap menanggung biaya jika ada masyarakat yang pengobatannya tidak bisa ditangani di Klinik Asiki. Maka atas dedikasinya, Klinik Asiki tahun 2019 diganjar klinik terbaik tingkat nasional sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FTKP) oleh BPJS Kesehatan.

Dalam bidang kesehatan, TSE Group juga aktif mendukung program pemerintah seperti perluasan vaksinasi Covid-19, membagikan masker, disinfektan, pemberian makanan tambahan dan imunisasi serta pemberantasan malaria dengan fogging dan kelambu disinfektan. TSE Group juga menyalurkan bantuan material untuk pembuatan sumur air SDN Kampung Naga.

Baca Juga:  DSN Group Bangun Gerakan MPA

Dalam rangka mendukung perekonomian daerah, Setiyomo menyebutkan kontribusi di bidang ekonomi ditunjukkan TSE Group dengan membagikan bahan-bahan makanan (BAMA) pokok kepada masyarakat. Di masa pandemi perusahaan secara langsung mengunjungi rumah-rumah penerima bantuan, bahkan hingga mendatangi warga yang tinggal di pondok-pondok tengah hutan.

Tidak hanya itu, TSE Group juga memberikan bantuan yang berhubungan erat dengan pemberdayaan masyarakat seperti membagikan bibit tanaman sayur-sayuran, buah-buahan dan hewan ternak seperti bebek, ayam, dan ikan sekaligus menyumbang material pembuatan kandang maupun kolamnya. Komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat juga dijalin perusahaan lewat kegiatan bersama yang dilakukan secara rutin setiap bulannya.

Retail modern S-mart juga dibangun di pedalaman Papua yaitu di Kampung Nakias dan Kampung Selil, Kabupaten Merauke untuk mempermudah masyarakat sekitar dan karyawan TSE Group mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga di bawah standar pedalaman Papua. S-Mart yang merupakan salah satu program CSC tidak mengejar keuntungan. Karena itulah S-Mart mampu menjual barang dengan harga lebih murah.

Di bidang lingkungan, TSE Group secara rutin menggelar aksi pembersihan air sungai. Dan juga secara aktif mengampanyekan serta mengedukasi masyarakat untuk menjaga kelestarian flora dan fauna serta kebersihan sungai di sekitar pemukiman, salah satunya dengan cara memasang papan imbauan.

Dalam papan imbauan tersebut, perusahaan menyampaikan pesan bahwa aliran air sungai merupakan kawasan yang harus bebas sampah dan limbah. Perlindungan ini perlu terus dilakukan demi keanekaragaman hayati yang hidup di dalam maupun sekitar sungai.

Bicara tentang konservasi tidak lengkap jika tidak ada aktivitas penanaman pohon. Contohnya di Kampung Naga, Distrik Jair, Kabupaten Merauke, di area Koperasi Bog Dagon Mandiri (BDM). Di sana perusahaan menanam 500 bibit pohon yang terdiri dari bibit pohon durian dan jeruk di lahan seluas 10 hektar.

Baca Juga:  ASPEKPIR MINTA GUBRI PERCEPAT PELEPASAN LAHAN PIR DALAM HPK

Terkait pembangunan infrastruktur, dikatakan Setiyono, Jembatan sarana kebutuhan strategis bagi masyarakat, bukan hanya sebagai prasarana penghubung antar masyarakat namun juga pendukung peningkatan roda perekonomian. Di Kampung Ujung Kia, Distrik Ki, Kabupaten Boven Digoel, Jembatan Kali Mi yang merupakan salah satu akses jalan vital bagi masyarakat setempat kondisinya rapuh sehingga membahayakan orang-orang yang melaluinya.

TSE Group merekonstruksi jembatan sepanjang 200 meter tersebut hingga akhirnya tidak hanya bisa dilalui sepeda motor, namun kini bisa dilalui oleh kendaraan roda empat bahkan kendaraan yang lebih besar.

Perbaikan infrastruktur berupa fasilitas keagamaan juga dilakukan TSE Group. Seperti di Merauke, TSE Group merenovasi ruang seminar keuskupan agung Merauke, pembangunan dan renovasi rumah dan fasilitas umum, perbaikan listrik kampung, pembuatan jalan dan dermaga. Tak lupa TSE Group menyalurkan bantuan keagamaan dan budaya dan BAMA (Bantuan Makanan).