27 December, 2019

Jakarta – perkebunannews.com – Menyambut awal tahun 2020, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memaparkan rencana yang akan dilakukannya.

Direktur Utama BPDPKS, Dono Boestami mengatakan upaya stabilisasi harga melalui program penggunaan biodiesel yang mulai Januari 2020 akan ditingkatkan dari semula campuran 20% biodiesel pada setiap liter bahan bakar solar (B20) menjadi B30.

Selain itu, BPDPKS menyediakan dukungan dana bagi pengembangan industri bahan bakar berbasis sawit. “Dengan program ini diharapkan Indonesia akan mampu menghasilkan minyak mentah dari sumber daya nabati sawit yang berasal dari dalam negeri dan mengurangi ketergantungan akan impor minyak mentah dari luar negeri,” terang Dono dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke redaksi Media Perkebunan.

Selain itu, menurut Dono ada juga program peremajaan akan diarahkan untuk meremajakan pohon sawit untuk 500 ribu hektar selama 3 tahun kedepan. Untuk ini tengah dipersiapkan perbaikan pada prosedur dan tata kerja program peremajaan termasuk alternatif untuk menggunakan pihak surveyor untuk melakukan verifikasi petani dan lahan yang akan didanai dengan dana peremajaan BPDPKS.

Upaya ini akan didukung dengan konsolidasi data lahan dan produksi sawit, pendataan petani sawit rakyat, perbaikan tata kelola pasokan dari petani ke pabrik kelapa sawit dan perbaikan infrastruktur logistik serta penyediaan akses yang lebih luas kepada petani swadaya. “Ini penting untuk meningkatkan daya tawar petani swadaya dalam penjualan TBS dan hasil sawit lainnya,” harap Dono.

Kemuduian, Dono mengatakan, dalam bidang penelitian dan pengembangan, BPDPKS mendorong riset yang tepat guna dan dapat diaplikasikan oleh masyarakat khususnya petani sawit. Selain itu, riset-riset tersebut akan diarahkan untuk mempercepat proses hilirisasi produk sawit.
Dengan riset-riset seperti ini, maka petani sawit dan industri sawit dapat meningkatkan nilai jual TBS produksi sawit yang selama ini hanya bersumber dari hasil CPO menjadi produk-produk turunan lainnya yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. “Lebih lanjut, program ini juga memprioritaskan pengembangan pasar domestik untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasar global,” papar Dono.

Lalu, Dono mengucapkan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) petani terus dilanjutkan untuk menciptakan petani dan pelaku industri yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan produktivitas industri sawit baik di sektor hulu maupun hilir.

Kemudian untuk promosi, BPDPKS berkomitmen untuk menyediakan dukungan dana untuk memperluas pasar ekspor antara lain di negara China, India dan Pakistan. “Pada pasar domestik, BPDPKS akan mendukung upaya untuk mengenalkan penggunaan sawit pada bidang kesehatan seperti penggunaan minyak goreng kemasan dan minyak sawit untuk pencegahan stunting,” ucap Dono. YIM

(Visited 33 times, 1 visits today)